KOTA BOGOR – Nahdlatul Ulama didirikan pada 16 Rajab 1344 H/31 januari 1926, NU lahir sebagai wadah organisasi para Kyai Pesantren untuk perjuangan Islam di Nusantara.

NU Lahir dari buah pemikiran dari Kyai – Kyai Ahlussunnah Wal Jama’ah diantaranya K.H Hasyim Asy’ari, K.H Abdul Wahhab, Syaukani Kholik Bangkalan, K.H As’ad Syamsul Arifin, K.H Mas Alwi bin Abdul Aziz, dan K.H Ridwan Abdullah, (Sumber : Fadeli,H. Sulaiman dan Mohammad Subhan. Antologi NU. Khalista. Surabaya. 2010).

PCNU Kota Bogor dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke – 92 kali ini diisi dengan penyampaian sejarah terbentuknya NU, serta diskusi – diskusi. Hadir dalam acara itu Ulama – ulama Kota Bogor, tokoh masyarakat, dan tokoh tokoh politik Kota Bogor.

Baca Juga  Kinerja Panwaslu dan KPU Hanya Wacana Belaka | Headline Bogor

“Sebenarnya diskusi – diskusi seperti ini sering kita lakukan, dikarenakan saat ini adalah moment hari lahir NU kami ingin membuka dan menyampaikan ilmu bahwa selain K.H Hasyim Asy’ari (Rois Akbar) ada ulama – ulama pendiri NU yang tidak atau jarang dimunculkan dalam sejarah, dan melalui peringatan ini kami ingin mengingatkan anggota tentang apa itu NU dan apa yang harus diperbuat sebagai anggota NU” ujar Ustadz Khotimi Bahri (Ketua LBM NU Kota Bogor).

Baca Juga  LASKAR DEWA MENDAULAT KIJALU JADI PENASEHAT | Headline Bogor

Ustadz Khotimi Bahri berharap peringatan Hari Lahir (Harlah) NU kali ini dapat memotivasi anggotanya untuk dapat berbuat lebih baik lagi untuk bangsa, agama Islam dan umat manusia.

Roy