Selain program Cashless yang akan di “spreading” ke pasar lainnya, awal Desember 2019 lalu, Tohaga juga bekerjasama dengan BJB untuk program pelayanan kredit lunak dan mudah bagi pedagang dan juga program Laku Pandai yang sudah disosialisasikan ke seluruh pengelola pasar Tohaga.
“kami memang ingin menciptakan pengelolaan pasar tradisional secara modern, tantangan baru kami untuk bisa menciptakannya dari tingkat karyawan, pihak ketiga pembeli hingga ke pedagang, artinya pedagang akan kami ajak untuk mengurangi uang tunai dipasar, tidak mudah, namun akan kami coba,” imbuhnya.
Dalam sektor pembangunan, 2019 ini berjalan revitalisasi Pasar Cisarua yang dananya bersumber pada APBD Provinsi dan diperkirakan rampung di 2020 mendatang dengan pemambahan fasilitas penunjangnya. Goalnya menjadikan Pasar Cisarua sebagai titik destinasi wisata puncak sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam sambuatannya pada peletakan batu pertama Revitalisasi Pasar Cisarua, 22 Agustus 2019 lalu.
“Seperti yang sudah kami coba terapkan di Pasar Cileungsi, kami sudah membuat mural di pasar, jadi masyarakat sudah bias selfi di pasar kami. Hal semacam ini juga yang akan kami terapkan di Pasar Cisarua, salah satu upaya untuk menarik wisatawan dating,” jelas Haris.
Selain pembangunan pasar, 2020 Tohaga akan membangun tempat pengelolaan sampah terpadu, dengan spirit mengubah sampah menjadi berkah, diharapkan program ini bisa mengedukasi seluruh warga pasar untuk lebih cinta kepada lingkungan. Terlebih dari program ini ada produk yang dihasilkan diantaranya kompos, pupuk cair, pakan ternak, bio gass dan biji plastic.
” reduce, reuse, recyle sampah dengan memfasilitasi tiap tiap wilayah dengan tempat pengelolaan terpadu. Sudah saatnya Pasar mandiri mengelola sampah sesuai dengan Undang Undang nomor 18 tahun 2008 tentang penanganan sampah,” papar Haris.
Lebih lanjut Haris menuturkan program pelayanan yang sudah berjalan di pasar akan terus dibudayakan dan dilaksanakan secara kontinuitas, seperti program layanan kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan layanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan pembuatan Akta Kelahiran di pasar rakyat bekerjasama dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Bogor, semacam layanan jemput bola dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada masyarakatnya.
“Meredifinisi pasar sebagai pusat keramaian, kolaborasi dengan dinas terkait terbukti mendatangan banyak orang ke pasar. Jika ramai pasti ada impulsif buying, Merubah mindset pasar tidak hanya tempat jual beli namun juga tempat beragam pelayanan masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk bekerjasama demi kepentingan masyarakat luas,” jelasnya.
Kembali diingatkan bahwa sedang berlangsung program Kejutan Akhir Tahun Tohaga yaitu undian umroh yang ditujukn kepada pedagang dan pembeli pasar Tohaga “tujuannya tak lain untuk meramaikan pasar rakyat, Mari Belanja di Pasar Rakyat,” pungkas Dirut Pasar Tohaga. (*)