KABUPATEN BOGOR – Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi dan penyuluhan kegiatan pendaftaran tanah sistematis lengkap tahun anggaran 2020 di Kantor Desa Bojong Rangkas, Kabupaten Bogor. (21/3).

Dengan penyuluhan ini masyarakat sudah paham sehingga masyarakat melaksanakan kepada tahapan pengukuran Puldasik (Pengumpulan data fisik ) sekaligus pengumpulan data Yuridis dan semuanya terpenuhi baru ada pekerjaan teknis BPN untuk pemeriksaan berkas layak tidak layaknya nanti di umumkan dan masuk pembukuan.

“Untuk target ada dua tata bidang, 5000 bidang SHAT sertifikat 4000. Dengan jangka waktu sesuai anggaran di mulai dari Januari persiapan sampai Desember 2020 harus selesai,” Ucap Nurhadiah, Ketua Tim Lima PTSL BPN Bojong Rangkas.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Rektor Unida, Ini Harapan Ade Yasin

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kegiatan pemeriksaan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 yang telab disiapkan di Desa Bojong Rangkas.

“Dengan pemeriksaan para tamu undangan Muspika, RT/RW sebelum masuk ke aula tersebut, di harus cuci tangan dengan Hand Sanitizer dan pengukuran suhu tubuh dengan Infrared Thermometer dengan melibatkan para medis Puskesmas Ciampea, bilamana suhu badannya lebih dari 37.5 langsung di arahkan ke posko Satgas Sisca ( Sistem Pencegahan corona) Puskesmas Ciampea,” Kata Mugi awaludin ketua pelaksana kepada media.

Baca Juga  Ade Yasin - Iwan Setiawan Deklarasi Dengan Tagline "Bangkit Bersama, Bogor Milik Kita" | Headline Bogor

Di tempat yang sama Camat Charudin Felani mengatakan, kegiatan PTSL di desa Bojong Rangkas yang sebelumnya ada beberapa desa telah dilakukan sosialisasi, untuk Desa Bojong Rangkas mengalami keterlambatan dikarenakan perubahan pejabat struktural BPN.