KABUPATEN BOGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin membuka Rapat Isu Strategis Peningkatan Produktivitas tahun 2020, merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia bertempat di Hotel Lor In Sentul, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (20/10).

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat. Produktivitas dari semua sektor menurun dratis dan pengangguran semakin meningkat, secara makro ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Daerah menurun 10,54 persen, persentase penduduk miskin akhir tahun 2020 diperkirakan meningkat 2,48 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka di akhir tahun 2020 diprediksi meningkat sebesar 3,77 persen.

“Hal ini tentunya menjadi tantangan yang cukup berat di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Headline Bogor | Memaksimal Potensi Wisata Di Bogor Barat, Pemkab Bogor Akan Percepat Jalan Lingkar Leuwiliang

Ia juga mengatakan kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus membangun, pada awal tahun 2018 terdapat 44 desa tertinggal di Kabupaten Bogor, melalui intervensi kebijakan multisektoral dalam Program Pancakarsa Pemerintah Kabupaten Bogor berhasil mengentaskan 40 Desa dari ketertinggalan sehingga di tahun 2020 hanya tersisa 4 desa yang kami targetkan selesai pada tahun 2021.

Baca Juga  Headline Bogor | Pemkab Bogor Tuntaskan Bangun 33 Jembatan Rawayan

“Di sisi kelembagaan, sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mencanangkan budaya kerja gerak cepat (Gercep), “ujarnya.