KOTA BANDUNG – Dalam momentun peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 57 tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyusun peta pengendalian Covid-19 serta pemulihan ekonomi. Seperti diketahui Jawa Barat pertumbuhan ekonomi di masa pandemi memgalami kontraksi 5,98 persen.

“Dalam program pemulihan ekonomi, Jabar sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Jabar. Satgas tersebut akan menyusun peta jalan yang dibagi dalam tiga rencana aksi, yakni penyelamatan (rescue), pemulihan (recovery), dan penormalan (normalization),” ujar Emil, Sapaan akrab Ridwan Kamil.

Menurut Emil, Tahap penyelamatan berfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM yang terdampak COVID-19. Tahap pemulihan berfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, membuka bidang bisnis, investasi, dan membuka industri besar. Tahap penormalan berfokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara normal.

Tambah Emil, menggerakkan produksi UMKM yang terhambat atau terhenti karena pandemi dapat membuat perekonomian Jabar kembali bergairah. Sebab, pelaku UMKM di Jabar mencapai 4.545.874. Jumlah tersebut tentu membuat penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM tinggi. Sektor UMKM pun berkontribusi besar pada Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga  Headline Jawa Barat | PPDB SMA Sederajat Provinsi Jawa Barat Dilaksanakan Dua Tahap

“Diupayakan jangan sampai banyak UMKM mengalami kebangkrutan karena dapat berdampak besar pada pengangguran. Dengan kebangkitan UMKM diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah, untuk pengembangan UMKM tahun 2021 dialokasikan Rp163,6 miliar, termasuk untuk 500 wirausaha baru, pengembangan 492 koperasi, serta UMKM naik kelas berbasis digital 3.500 orang. UMKM juga didorong masuk dalam ekosistem digital,” tambahnya.

Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar membeli 10 juta masker produk UMKM untuk membantu para pelaku UMKM kembali berproduksi setelah dihantam krisis akibat COVID-19. Pembelian masker UMKM ini dibagi dua tahap. Tahap pertama masker yang dibeli sebanyak 2 juta masker dari 200 UMKM. Tahap kedua, Pemda Prov Jabar akan memesan 8 juta masker dari sekitar 400-500 UMKM.

Baca Juga  Dedi Mulyadi Dorong Pengobatan Tradisional Masuk Rumah Sakit Pemerintah

Kang Emil menyatakan, optimalisasi penanganan aspek kesehatan dan pemulihan ekonomi pada Juli-September 2020 akan sangat menentukan supaya Indonesia tidak masuk dalam jurang resesi. Meski begitu, Kang Emil optmisitis penanganan aspek kesehatan dan pemulihan ekonomi di Jabar akan berjalan optimal. Syaratnya adalah soliditas masyarakat menguat. Dan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI menjadi momentumnya.

“Dengan ikhtiar dan kerja keras bersama-sama, dan bersatu padu semua elemen bangsa, kita optimistik dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi. Pasti ada secercah cahaya di masa suram. Di balik kesulitan pasti ada jalan keluar. Jika ada masa terbenam akan ada masa terbit matahari,” katanya.

“InsyaAllah, sebagai salah satu provinsi terbaik dengan skala ekonomi yang besar, dan karakteristik warga yang kreatif dan resiliensi tinggi, Jawa Barat dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional,” tandasnya. (*)