KOTA BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor gelar seminar meningkatkan mutu pelayanan. Hadir diantara para undangan seperti Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Robaeyah serta para perawat yang antusias mendengarkan presentasi dari tiap Produk.

Dalam kesempatan tersebut hadir Wawan Hermawan SKP ketua DPW PPNI Jabar, Ria E. Sitorus MKEP,Sp,KMB. Ketua HIPPII Jabar dan Wardaneka Yunus CVRN,SKM,MM Ketua HIPPI Pusat.

Wawan Hermawan SKP, Ketua DPW PPNI Jabar mengatakan, PPNI dan HIPPI adalah bagian dari organisasi dengan tujuan berbagi pengalaman dan keilmuan selain itu para perawat, disamping itu para perawat pun memiliki keahlian sehingga Rumah Sakit akan menghargai bila mana perawat tersebut memiliki sertifikasi, yang kedua akan mendapatkan pelayanan secara profesional sesuai dengan Undang-undang Keperawatan maupun kesehatan dan Rumah Sakit, selain itu juga ada program pelatihan setiap tahunya”. Jelasnya.

Baca Juga  Relawan Jokowi Bogor Rayakan Ulang Tahun Presiden di Tugu Kujang Bogor

Senada dengan itu Ria E Sitorus MKEP,Sp,KMB berpendapat “Ikatan Himpunan Perawat Pencegah Infeksi Indonesia (HIPPI) bidang garap tersebut bagaimana untuk mengupayakan agar infeksi bisa dicegah, paling tidak dapat di kendalikan bagi perawat yang sudah terlatih diharapkan dapat menjadi penggerak, sebagai motivator bagi teman perawat yang lain sehingga infeksi dapat dicegah”ujarnya.

Wardanela Yunus ,CVRN,SKM,MM sebagai ketua HIPPI Pusat menambahkan “Dengan adanya seminar pencegah, pengendali infeksi itu, bagaimana perilaku dilaksanakan sesuai standar sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi, pemahaman tersebut dapat melalui seminar, pelatihan karna tuntutan, jika dilihat bertolak belakang dengan program pemerintah terkait dengan akreditasi rumah sakit pastinya bertujuan kearah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, selain itu HIPPI memiliki program diantaranya bagaimana memperkuat para perawat dalam mencegah Infeksi tersebut menjadi tenaga profesional yang dapat di handalkan pada tiap Rumah Sakit serta di fasilitasi kesehatan akan membawa Rumah Sakit itu merubah perilaku dengan tugasnya kearah pencegah, pengendali infeksi.” Tegasnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Sambut Baik Pencanangan Zona Integritas UPT Kemenkumham

Lebih lanjut Waldanela menambahkan “Menciptakan hal tersebut ada pada wadah profesinya dengan diberikan pelatihan khusus pencegahan, pengendali infeksi ini yang terakreditasi sebagai salah satu persyaratan perawat pencegah infeksi yang diminta pada saat akreditasi adalah seperti sertifikasi dia sebagai EPCM sebagai ujung tombak di Rumah Sakit.” Pungkasnya.

Onizar