Headline Nasional | Pengembangan Wisata Halal, Indonesia Bisa Berkaca Pada Taiwan

Peneliti Pusat Penelitian Wilayah LIPI, Rita Pawestri Setyaningsih, menerangkan bahwa sulitnya wisatawan Muslim mendapatkan tempat beribadah dan makanan halal di luar negeri akhir-akhir ini menjadi perhatian negara-negara dengan penduduk Muslim minoritas, tak terkecuali Taiwan.

“Mereka kemudian mengembangkan Wisata Ramah Muslim atau lebih dikenal dengan Wisata Halal untuk menarik wisatawan Muslim sebanyak-banyaknya ke dalam negeri. Pemerintah Taiwan terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi umat Muslim”, jelas Rita.

Rita menyebutkan, ada dua fokus utama dalam pengembangan pariwisata halal di Taiwan, yaitu sertifikasi halal untuk restoran dan hotel, serta menciptakan lingkungan yang lebih ramah Muslim.

“Taiwan mengeluarkan 5 jenis klasifikasi halal,” sebut Rita. Dirinya merinci klasifikasi halal tersebut, antara lain Restoran Halal; Restoran Ramah Muslim; Akomomodasi Ramah Muslim; Halal kitchen dan Guide Ramah Muslim.

Menurut Rita, berdasarkan catatan Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dirilis oleh Crescent Rating-Mastercard, di antara 130 tujuan non-Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di seluruh dunia, posisi Taiwan sebagai tujuan tempat tujuan wisata ramah Muslim meningkat dari peringkat 10 (2015) menjadi peringkat 3 (2019) dibawah UK dan Jepang.

“Upaya yang dilakukan Taiwan ini, telah menunjukkan hasil yang signifikan,” tutup Rita. (*)