Dan dalam masa perpanjangan tanggap darurat, timnya memfokuskan untuk pembukaan akses jalan desa tersisa yang terdampak, agar pendistribusian logistik dasar seperti makan, minum air bersih dapat tercukupi bagi masyarakat.

“Setelah tanggal 16 januari berdasarkan hasil evaluasi Muspida, Forkominda maka tanggap darurat diperpanjang hingga 14 hari kedepan sampai tanggal 30 Januari, sehingga setelah berakhirnya masa tanggap darurat ini masyarakat dapat menghuni tak hanya hunian sementara namun hunian tetap, dan ini harus berdasarkan tim assesment dimana tempat atau lokasi yang layak dan aman untuk dihuni oleh masyarakat, hingga saat ini tim assement terus bekerja,” tambahnya.

Baca Juga  Antusiasme Keluarga Besar SDN 03 Cicadas Peringati HUT RI Ke 73 | Headline Bogor

Dan berdasarkan data terkini, Letkol Harry menyampaikan untuk jumlah pengungsi saat ini telah mengalami penurunan, sedikit berkurang dari jumlah awal sekitar 20 ribuan pengungsi kini sekitar 17 ribu pengungsi. Pengurangan jumlah pengungsi tersebut karena adanya sejumlah pengungsi yang telah pulang kembali ke rumahnya masing – masing, dan ada pula yang ikut bersama dengan rumah saudaranya.

Baca Juga  Gunakan Materai Palsu, Disdukcapil Kembalikan Berkas Desa Pasir Jaya

“Untuk saat ini pengungsi telah berkurang menjadi 17 ribuan dari data awal sekitar 20 ribuan, dan untuk 2 wilayah yang terisolir untuk saat ini sudah terbuka, walau hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, dan alat berat kini sedang menuju ke sana, kita akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk bisa secepatnya dapat membuka akses ke dua wilayah tersebut,” pungkas Letkol Harry. (*)