KABUPATEN BOGOR – Tiga hari dari perpanjangan masa tanggap darurat bencana, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama TNI, POLRI, BNPB, relawan dan element masyarakat lainnya terus bergerak untuk dapat dengan cepat memulihkan keadaan pasca bencana tanah longsor yang menutup akses jalan.

Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Harry Eko Sutrisno, menuturkan hingga tiga hari dari perpanjangan masa tanggap darurat bencana semua stakeholder yang tergabung dalam tim penanggulangan terus berupaya semaksimal mungkin membantu dan memenuhi kebutuhan korban dan masyarakat yang terdampak bencana.

“Sejak ditetapkan tanggap darurat bencana dari tanggal 1 sampai dengan 16 Januari, semua stakeholder baik TNI, Polri, Muspida, relawan dan swasta semua bergerak untuk membantu korban untuk dievakuasi,” tutur Letkol. Harry Eko Sutrisno, saat ditemui setelah meninjau lokasi bencana dan menerima bantuan bencana dari Komunitas mobil, AXS MM2100 dan Calsoc Sehati.

Baca Juga  Posraya Indonesia Gelar Tumpengan Rayakan Kemenangan Dedi Erwan Dan Rudy Jaro

Letkol. Harry menambahkan, Untuk Kecamatan Sukajaya dari 11 desa yang terdampak, terdapat 9 desa yang semua kondisinya sangat rusak yang luput dari pemberitaan media, “Dan untuk itu, kami minta bantuan media untuk menyebarluaskan informasi ini,” pintanya.

Dan dalam masa perpanjangan tanggap darurat, timnya memfokuskan untuk pembukaan akses jalan desa tersisa yang terdampak, agar pendistribusian logistik dasar seperti makan, minum air bersih dapat tercukupi bagi masyarakat.

“Setelah tanggal 16 januari berdasarkan hasil evaluasi Muspida, Forkominda maka tanggap darurat diperpanjang hingga 14 hari kedepan sampai tanggal 30 Januari, sehingga setelah berakhirnya masa tanggap darurat ini masyarakat dapat menghuni tak hanya hunian sementara namun hunian tetap, dan ini harus berdasarkan tim assesment dimana tempat atau lokasi yang layak dan aman untuk dihuni oleh masyarakat, hingga saat ini tim assement terus bekerja,” tambahnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Berikut Himbauan dan Panduan Sholat Idul Fitri MUI Kabupaten Bogor

Dan berdasarkan data terkini, Letkol Harry menyampaikan untuk jumlah pengungsi saat ini telah mengalami penurunan, sedikit berkurang dari jumlah awal sekitar 20 ribuan pengungsi kini sekitar 17 ribu pengungsi. Pengurangan jumlah pengungsi tersebut karena adanya sejumlah pengungsi yang telah pulang kembali ke rumahnya masing – masing, dan ada pula yang ikut bersama dengan rumah saudaranya.

“Untuk saat ini pengungsi telah berkurang menjadi 17 ribuan dari data awal sekitar 20 ribuan, dan untuk 2 wilayah yang terisolir untuk saat ini sudah terbuka, walau hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, dan alat berat kini sedang menuju ke sana, kita akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk bisa secepatnya dapat membuka akses ke dua wilayah tersebut,” pungkas Letkol Harry. (*)