KABUPATEN BOGOR – Curah hujan yang tinggi di Kecamatan Ciampea, menyebabkan terjadinya pergerakan tanah, Selasa (3/3) sekitar pukul 21:00 WIB

Akibatnya, Dua rumah milik Seno dan Aradi Arisman warga Perumah Griya Raharja, Rt 01/08, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea mengalami retak dan rusak parah.

Beruntung, peristiwa ini tak menimbulkan korban baik luka maupun jiwa. Namun, satu rumah terpaksa harus mengungsi karena rumah mereka sudah tidak layak ditempati.

Baca Juga  Headline Bogor | Peringati Hardiknas 2019, Bupati Bogor : Pendidikan Sumberdaya Manusia Berkualitas

“Bencana alam pergeseran tanah yang terjadi di Perumah Griya Raharja, Rt 01/08, baru pertama kalinya,” Ucap Kepala Desa Cibanteng, Warso.

Dikhawatirkan roboh, untuk sementara rumah keluarga korban di kosongkan dan memilih tinggal di rumah saudaranya.

“Tidak ada korban jiwa, satu rumah terpaksa di kosongkan. Pemdes sudah melaporkan musibah tersebut ke BPBD Kabupaten Bogor dan Dinas Sosial,” tambahnya.

Baca Juga  Asap dan CO Tinggi, Aparat Tunda Pemeriksaan Tambang PT Antam Bogor

Ia juga menghimbau kepada warga yang ada di sekitar untuk tetap waspada di kewatirkan terjadi pengeseran tanah susulan. Apalagi, wilayah tersebut berdekatan dengan kali.

“Saya berharap, rumah warga yang rusak akibat pergeseran tahan bisa di bangunkan kembali oleh Pemerintah Daerah,” tukasnya.

(Agil)