BOGOR – Keluarga Besar Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Muslim penyelamat Aqidah (Gempa) menggelar peringatan hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW, Minggu (31 Desember 2017).

Ketua DPD Gempa Kabupaten Bogor Ustadz Alhaidar, mengatakan, “Peringatan ini jangan hanya dijadikan sebagai acara seremonial saja. Namun, harus dijadikan moment penting untuk lebih menanamkan kecintaan umat terhadap Rosulnya.

“Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini harus menjadi media untuk lebih menanamkan kecintaan kita sebagai umat terhadap Rosulnya. Jangan hanya sebagai acara seremonial saja”, tegas Alhaidar disela acara.

Peringatan kelahiran Nabi akhir zaman ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bogor Ormas Gempa di area kantor sekretariat DPD Gempa di Kampung Muara Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong,Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga  Dukungan Semakin Meluas, Habaib Serukan Umat Coblos HADIST | Headline Bogor

Hadir dalam kesempatan ini, Kapolsek Cigombong – Cijeruk, Danramil Cigombong – Cijeruk, perwakilan Pemerintah Kecamatan Cigombong dan Cijeruk, sejumlah Kepala Desa, anggota dan pengurus Gempa, para tokoh alim ulama dan masyarakat setempat, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua dpp Ormas Gempa Ustadz Ujang mengemukakan, Nabi Besar Muhammad SAW merupakan Nabi Akhir Zaman yang harus menjadi panutan bagi umat muslim di seluruh dunia. Dari sisi kepemimpinannya, kebijaksanaannya, kearifannya, kesabarannya dan berbagai sisi baik lainnya. Hal itu juga menurutnya yang mendasari Visi dan Misi hadirnya Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) ditengah masyarakat.

Baca Juga  Headline Bogor | BAZNAS Bersama Pemerintah Desa Cemplang Gelar Pengobatan Gratis

“Salah satu dasar dari Visi dan Misi kami Keluarga Besar Gempa hadir ditengah masyarakat adalah meneladani akan kemuliaan sikap, prilaku dari jungjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Kami hadir untuk membangun mental serta spiritual bangsa bersama masyarakat”, tandas Ustadz Ujang.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, sambutan dari Kepala Desa Ciburuy, Muspika dan Ketua Umum Gempa, serta pencerahan rokhani yang disampaikan oleh sejumlah ulama dan penceramah dari Bogor. Selain itu, rangkaian acara dimeriahkan juga dengan penampilan Kasidah sebagai bentuk pelestarian budaya asli daerah yang saat ini mulai terkikis perkembangan zaman.

Apih