KABUPATEN BOGOR – Ragam kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan sudah pasti mudah ditemui pada tanggal 17 Agustus. Berbagai ide kreatif selalu muncul dalam perayanaan tahunan.

Dalam HUT RI yang ke 74, berbagai organisasi dan komunitas coba menggagas ide gagasa dan kegiatan yang tentunya memiliki makna yang terkorelasi dengan momentum Kemerdekaan.

“Gerakan Merdeka Dari Sampah dan Merdeka Dari Kemiskinan” menjadi issue yang diangkat dalam momentum HUT RI Ke 47 guna merefleksikan makna sebenarnya dalam mengisi kemerdekaan. Persoalan lingkungan (sampah) dan persoalan kemiskinan menjadi momok sehingga dianggap Kabupaten Bogor darurat sampah dan darurat kemiskinan, sehingga tepat kiranya dimomentum Hari Kemerdekaaan persoalan itu diangkat dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif mengatasi persoalan tersebut (PEOPLE POWER).

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Minta Penerima Dana Hibah Untuk Digunakan Sesuai Peruntukan

“Lounching 2 Gerakan dimomentum 17 Agustus hanya sebagai langkah awal sehingga harus ditindaklanjuti dengan langkah kingkrit kedepan guna mensukses 2 gerakan mulia itu,” ujar Ruhiyat Sujana, Penggagas Gerakan Merdeka Dari Sampah dan Merdeka Dari Kemiskinan.

Ruhiyat menambahkan, Peringatan HUT RI ke-74 tak hanya di ditanggal 17 saja, ada beberapa rangkaian kegiatan dari tanggal 16 Agustus hingga 18 Agustus 2019. Ditanggal 16 digelar doa dan istigosah bersama, untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,

“Ditanggal 17 kami mengadakan kegiatan mancing bersama di Desa Pasarean. dan puncaknya itu di tanggal 18 Agustus dengan tagline #merdeka dari sampah #merdeka dari kemiskinan .mengapa kami mengangkat 2 isu ini karna menurut kami 2 isu ini sangat krusial, Yang pertama isu terkait sampah seperti yang kita ketahui hari ini kabupaten Bogor darurat akan sampah, maka dari itu kami mengajak seluruh kalangan masyarakat akan sadar tentang bahayanya sampah,” tambahnya.

Baca Juga  Headline Bogor | Meminimalisir Kerugian Akibat Gagal Panen, Ade Yasin Ajak Petani Ikut Asuransi Tani

Terkait kemiskinan, Ruhiyat menilai ini pekerjaan ruman bersama, hampir 7,14% warga di Kabupaten Bogor hidup dibawah kemiskinan.

“Maka dari itu kami mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk sama melakukan gerakan sosial bersama menyikapi persoalan2 kemiskinan,” Tandasnya.

“Kegiatan yang kami lakukan yaitu senam bersama dan jalan sehat pungut sampah dan ditutup dengan kreasi seni para pemuda lokal khususnya,” Hasby Assyidiqi, Ketua Pelaksana Refleksi Merah Putih. (*)