KOTA BOGOR – Organisasi Kemahasiswaan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor, Pada Selasa (24/8) di Aula Marga Siswa PMKRI Bogor, membuka ruang dialog antar pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) dan Keluarga Mahasiswa Katolik Pakuan (KMKP) serta Mahasiswa Kristen Oikomene (MKO) Universitas Pakuan.
Ketua Presidium PMKRI Bogor, Ferdinandus Wali Ate membuka ruang dialog untuk berdiskusi mengenai postingan flayer perjamuan kudus yang dilakukan antar Yesus dan para rasulnya, yang dipublis pada akun Instagram BEM Fisib. Flayer tersebut diposting tang 23 agustus 2021 dan saat ini sudah di takedown oleh admin official intagram BEM Fisib Unpak.
Menurut Ferdinandus, karena menimbulkan keresahan dan pertanyaan oleh beberapa pihak yakni Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Katolik Pakuan/KMKP Universitas Pakuan dan Mahasiswa Kristen Oikumene/MKO. Agar tidak menimbulkan konflik dan kesalahpahaman maka diadakan dialog bersama di Aula Marga Siswa, yang difasilitasi oleh PMKRI Cabang Bogor.
“Tujuan dari dialog tersebut yang dihadiri oleh Pengurus BEM dan BLM Fisib, KMKP, MKO dan pihak-pihak lain adalah mendengar tujuan dan motivasi pihak BEM Fisib terkait isi postingan instagram tersebut,” ujar Ferdinandu.
Menurutnya, issue ini ditanggapi serius karena bagaimanapun kota Bogor distigmatisasi sebagai kota intoleran maka dari itu perlu dijaga dan dirawat dengan baik kebersamaan, apalagi Universitas Pakuan belum pernah ada kejadian yang mengusik keberagaman.
“Dialog ini terjadi agar segera mencari titik terang agar masalah tersebut tidak berkepanjangan dan momentum saling mengenal satu sama lainnya. Tentunya dialog ini dimungkinkan agar tidak terulang lagi kejadian serupa di Kota Bogor dan lingkungan Universitas Pakuan Bogor khususnya,” ujarnya.
Tenu Permana selaku Ketua BEM Fisib mengklarifikasi terkait flayer yang diposting melalui akun Instagram BEM Fisib merupakan ide saudara Tenu selaku Ketua BEM Fisib sendiri. Tenu mengklarifikasi bahwa tidak ada motivasi atau niat untuk menghina atau menistakan agama dan keyakinan umat kristiani. Semua murni karena ignorant (kurang pengetahuan). Makna yang diambil adalah nilai (profan) dari perjamuan terakhir yakni kebersamaan dan kerjasama yang mana jadi inspirasi untuk kegiatan Penerimaan mahasiswa baru di FISIB Unpak.
“Pengurus BEM Fisib membuat video klarifikasi dan permohonan maaf kepada semua pihak yang tersakiti serta pengurus BEM Fisib mengakui kesalahan dan kejadian ini jadi pelajaran bagi pengurus BEM Fisib, dan membuat surat tertulis malam ini sebagai klarifikasi dan permohonan maaf,” ucapnya.
Kholisan Agave Simbolon, S.H. Selaku Perwakilan dari Mahasiswa Kristen Oikumene (MKO) Hal ini didasarkan atas ketidakpahaman lembaga BEM FISIB mengenai perjamuan Kudus dan kurang komunikasi di internal, dimana perjamuan Kudus adalah hal yang sangat sakral bagi orang Kristen karna ini melambang persekutuan kami dengan Kristus, agar kami selalu mengingat pengorbanan dan kematiannya di kayu salib dan hal ini yg memicu teman-teman kristiani kecewa dan menyayangkan atas perbuatan BEM Fisib tersebut.
Salah satu pihak BEM Fisib yang membuat konten ini mengatakan tujuannya dengan hal baik, dengan mengambil nilai-nilai kekristenan pada perjamuan Kudus adanya rasa kekeluargaan, dan anggur untuk menghangatkan tubuh tongkrongan dan nilai ini bisa dibawa kepada penerus mereka yaitu mahasiswa baru Fisib.
Bahwa pernyataannya sangat salah dan tidak tepat, Perjamuan Kudus adalah hal yang sakral, tidak dapat di interpretasikan dengan pendekatan lainnya, prinsipnya adalah Back to Bible, apa yang kami pahami dan sudah jelas dikatakan Alkitab tidak perlu di interpretasikan ke hal lain. Karna dalam Alkitab sudah jelas, dengan pernyataan salah satu pihak BEM yg suka membaca buku sejarah, agama lain, dan lainnya membuat saya berpikir dia tidak membaca buku dengan literatur yang baik, ajaran yang kurang pas atau tidak berdasarkan pada pemaham Alkitab yang benar.
Setelah berdiskusi panjang, pada akhirnya seluruh pihak yang hadir menerima permohonan maaf teman-teman BEM FISIB UNPAK, dan Tidak akan memperpanjang masalah ini, pihak BEM pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas Universitas Pakuan dan terkhusus teman-teman kristiani yang merasa dirugikan.
“Harapan kami, ini menjadi pelajaran bagi kita semua, setiap orang pernah melakukan kesalahan, dan saya bangga terhadap mereka yang mau berdiskusi dan mau bertanggung jawab atas kesalahan mereka, semoga ini menjadi proses untuk mereka menjadi dewasa lagi kedepannya,”
Yohanes Epa Nahak Tetik Selaku Perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Katolik Pakuan (KMKP). KMKP sangat sakit hati dan menyayangkan pembuatan pamflet menggunakan gambar Perjamuan Terakhir dengan tempelan stiker logo minuman anggur merah yang memberikan kesan bahwa perjamuan terakhir tersebut adalah hanya sebatas minum anggur dan mabok-mabokan.
Dan kecewa atas pembuatan pamflet yang tidak melibatkan pihak yang tahu benar akan nilai-nilai Kekristenan, dan kurangnya pengetahuan atau informasi sebelumnya dalam pembuatan pamflet ini. Meski begitu saya sebagai delegator KMKP sudah memaafkan pelaku dan selalu mengedepankan kasih daripada kekerasan. (*)