
BOGOR – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor mengutuk keras pelaku tindakan bom bunuh diri pada saat Pekan suci umat katolik di Gereja Katedral Makassar.
“Kami mengutuk keras tindakan pemboman ini yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, ditengah umat mengawali pekan suci umat Katolik dengan misa perayaan Minggu Palma untuk menyambut Paskah,” ujar Ferdinandus Wali Ate, Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor.
Menurut Ferdinandus, dalam hal ini umat Kristiani memasuki Pekan Suci malah terjadi tindakan yang tidak manusiawi yang merusak hikmat suasana pekan suci sekaligus harmoni keragaman ini sangat-sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama manapun.
“Kami meminta pemerintah serius menangani masalah ini, termasuk upaya pencegahan tumbuhnya gerakan yang memicu terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,” tegasnya.
Ia pun meminta agar umat Kristiani tetap menjalankan aktivitas ibadah seperti sedia kala, namun dengan tetap bersikap waspada. Tetap melakukan kegiatan tetap beribadah, tetapi tetap waspada, serta dalam protokol kesehatan dan yang penting koordinasi dengan aparatur keamanan.
“Meminta semuanya untuk menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan,” tambahnya.
Untuk saat ini PMKRI mengharapkan pihak yang berwenang melakukan investigasi lebih dalam untuk adanya proses hukum lebih lanjut terhadap kasus ini, penuh dukungan kepada aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebbut, harus diusut tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini.
“Selain itu, meminta pihak kepolisian dapat meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah. Dengan demikian, masyarakat pun bisa semakin tenang saat beribadah,” tandasnya. (*)