KABUPATEN BOGOR – Polemik penampilan Raja Dangdut, H. Rhoma Irama dan sejumlah artis Ibukota saat hajatan Ketua Umum Kesatuan Keluarga Besar Kasepuhan (KKBK) Jabar dan Banten Abah Surya Atmaja terus bergulir dan menjadi viral khususnya di Kabupaten Bogor.

Menanggapi hal tersebut Ketua KKBK Kabupaten Bogor Rizana Miko Harmoko bersama Ketua KKBK Kota Bogor Rd. Ace Sumanta gelar konferensi pers dengan sejumlah wartawan, Rabu (01/7).

Sebagaimana pemberitaan dibeberapa media beberapa hari sebelum acara hajatan digelar Rhoma Irama sudah menyampaikan statementnya bahwa konser Soneta Group yang akan digelar diacara hajatan Abah Surya Atmaja dibatalkan (25/6).

“Berkaitan dengan hal tersebut ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan atas nama Keluarga Besar KKBK sesuai fakta dilapangan yakni, bahwasanya penampilan Raja Dangdut Rhoma Irama beserta artis Ibukota lainnya itu diluar konsep/rencana sebelumnya yang sudah dibatalkan oleh kedua belah pihak baik penyelenggara maupun pihak Soneta Grup; Rhoma Irama dan beberapa artis lainnya yang hadir bukan undangan untuk konser; tidak ada persiapan khusus alat-alat musik maupun sound system serta panggung yang layaknya biasa dipergunakan pentas Rhoma Irama atau artis-artis besar Ibukota lainnya,” papar Ketua KKBK Kabupaten Bogor Rizana Miko Harmoko yang akrab disapa Miko.

Baca Juga  Headline Bogor | Tingkatkan Gerakan Membaca di Kabupaten Bogor, 40 Bunda Literasi Kecamatan Dikukuhkan

Hal lain juga ditegaskan oleh Ketua KKBK Kota Bogor Rd. Ace Sumanta, “Perlu kami tegaskan juga bahwasanya tidak ada konser khusus Raja Dangdut Rhoma Irama, kedatangan Rhoma layaknya undangan hajatan pada umumnya. Akan tetapi kami dari pihak keluarga tetap memberlakukan prosedur protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,” ungkapnya.

“Kedatangan semua tamu undangan tanpa kecuali (termasuk Rhoma Irama-red.) diperlakukan sama mulai masuk pintu yang kebetulan dibuat satu pintu masuk yaitu; melalui bilik disinsfektan; disediakan hand sanitaizer; wajib pake masker, undangan yang tidak membawa masker disediakan masker oleh tuan rumah,” imbuhnya.

Pada saat Rhoma Irama dan artis lainnya tampil diatas panggung itu secara spontan atas permintaan tamu yang hadir, penampilannya pun diiringi grup musik lokal denga peralatan seadanya yang tentunya tidak sesuai dengan standar alat musik yang biasa dipakai artis-artis besar layaknya.

“Penampilan Rhoma Irama dan beberapa artis lainnya diatas panggung itu atas permintaan para tamu undangan, tentunya diiringi musik alakadarnya dari grup musik lokal,” papar Ace.

Baca Juga  Kabupaten Bogor Sumbang 2,5 Persen Pengguna Narkoba

Terlepas dari semua yang sudah terjadi ada beberapa komitmen lain dari pihak keluarga Abah Surya, seandainya perlu dilakukan rapid test dan pemeriksaan kesehatan lainnya untuk memastikan keamanan masyarakat dan para tamu undangan yang hadir, dari pihak keluarga Abah Surya akan siap membantu. Hal ini sebagai wujud kepatuhan terhadap aturan yang berlaku selama penerapan PSBB Proporsional serta bentuk penghormatan pihak keluarga terhadap Bupati Bogor H. Ade Yasin yang merupakan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bupati Bogor H. Ade Yasin, jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, dan masyarakat Kabupaten Bogor atas diselenggarakan acara tersebut yang dihadiri beberapa kalangan dan mungkin dianggap kurang tepat serta mengganggu kenyamanan. Tidak ada niatan dari keluarga Abah Surya Atmaja untuk melawan aturan apalagi melecehkan wibawa Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor beserta jajaran Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

(Deddy)