SURABAYAPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah demi kepentingan masyarakat luas. Dalam pidatonya pada Kongres ke-18 Muslimat NU di Surabaya, Senin (10/2), Prabowo mengungkapkan adanya pihak-pihak dalam birokrasi yang menentang kebijakan penghematan tersebut.

“Ada yang melawan saya, ada, dalam birokrasi, dalam birokrasi. Merasa sudah kebal hukum, merasa sudah jadi raja kecil, ada, saya mau hemat uang. Uang itu untuk rakyat,” ungkap Kepala Negara dalam sambutannya yang disiarkan YouTube NU Online.

Baca Juga  Presiden : Keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 Tidak Mengubah Politik Indonesia Terhadap Palestina

Kebijakan efisiensi anggaran ini, menurut Prabowo, bertujuan untuk memprioritaskan kepentingan publik, seperti program pemberian makan anak-anak dan perbaikan fasilitas sekolah.

Namun, ia menyayangkan adanya oknum dalam birokrasi yang masih menggunakan anggaran negara untuk keperluan pribadi, termasuk perjalanan dinas ke luar negeri yang dinilai tidak perlu.

“Saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, yang mubazir, yang alasan untuk nyolong, saya ingin dihentikan, dibersihkan,” tegasnya.

Baca Juga  Presiden Umumkan Kenaikan Gaji Guru di Puncak Peringatan Hari Guru

Prabowo juga menegaskan bahwa perjalanan dinas ke luar negeri hanya boleh dilakukan jika benar-benar untuk kepentingan negara.

“Tugas belajar boleh, tugas atas nama negara boleh, jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan, pakai uang sendiri,” ujarnya.

Kebijakan efisiensi anggaran ini telah dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. (DR)