KOTA BOGOR – Rehab bangunan Mushola Al’ baitulsholihin yang berada di Kampung Laladon RT 0 3/RW 03, Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Mushola sendiri yang berukuran sekitar 4 x 6 meter persegi yang telah berdiri sekitar 20 tahun lebih ini, sudah tidak memadai dari segi kapasitas. Di samping itu, selain tidak memiliki kamar mandi dan tempat wudhu, kondisi sudah terlihat rapuh begitupun dengan kayu kuda-kuda penyangga bangunan mushola.

Berdasarkan laporan dari salah satu warga, Taupik mengatakan renovasi mushola akan menambahkan beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan mushola.

“Merasa perlu melakukan renovasi serta membangun beberapa fasilitas tambahan di mushola kebanggaan warga Kampung Pabuaran khususnya di wilayah RT 03/RW 03,” ujar Taupik.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Ade Yasin Himbau Warganya Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Kepala Desa Ace mengatakan, renovasi mushola merupakan kebutuhan yang diinginkan warga yang sampai sekarang baru direalisasikan.

“Pembangunan mushola ini merupakan kebutuhan yang sudah lama diinginkan warga setempat, karena tempat ibadah ini sudah rapuh dan banyak kekurangan sehingga butuh perbaikan. Hal itulah yang melatar belakangi dilakukannya renovasi ini. Diharapkan melalui renovasi mushola ditambah beberapa fasilitas baru seperti kamar mandi dan tempat wudhu, masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyu,” ujar Kades Ace

“Tempat ibadah bukan hanya sekedar bangunan fisik yang bersifat duniawi. Tapi disini orang bisa menyalurkan amal baiknya untuk membantu sesama secara damai dan sejuk, sesuai peran dan fungsinya. Oleh karenanya, mari kita makmurkan tempat-tempat ibadah, dalam rangka mempererat hubungan silahturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambah Kepala Desa.

Baca Juga  Headline Bogor | Akibat Konsleting Listrik, Satu Rumah di Kampung Parungsinga Terbakar

Sementara, Ketua RT 03, Saiman menuturkan, “di lingkungan sekitar mushola terdapat 115 KK yang semuanya beragama muslim. Mushola ini biasa dipergunakan untuk shalat lima waktu dan shalat tarawih. Namun karena keterbatasan tempat, saat tarawih di mushola ini hanya cukup menampung 40 orang,” ujar Saiman

“Pengerjaan sudah mulai berjalan hari ini Rabu (5 September 2018). Dalam perencanaan, perkiraaan renovasi fisik bangunan selesai pekerjaan selama kurang lebih tiga bulan yang pengerjaannya dilakukan oleh warga setempat.

Dengan bergotong royong diharapkan proses pembangunan akan cepat selesai, ” ungkapnya.

Agil