KOTA BOGOR – Adanya kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Bogor terkait pengunduran waktu relokasi PKL Pedati dan Seketeng hingga waktu lebaran Idul Fitri membuat tanda tanya bagi PKL lainnya, terkhusus PKL yang berasal dari jalan Bata.
Banyak PKL yang berasal dari jalan Bata mengeluhkan dan mempertanyakan kebijakan Pemkot dan DPRD Kota Bogor yang seakan memposisikan PKL Pedati – Seketeng di istimewakan
Menurut Arman yang setiap harinya berjualan ikan asin menyayangkan ketidakadilan kebijakan tersebut, karena semenjak direlokasi omset ia menurun drastis.
“Ya adanya keputusan itu membuat kami semakin terpuruk dalam ekonomi. ini saja semenjak relokasi ke Lantai 3 omset saya turun drastis sampe 70% lebih dari biasanya. Emang pemerintah mikirin perut anak istri kami disini?”Sama seperti Arman, Nandar, penjual bumbu menceritakan setelah berjalan 1 bulan lebih sudah banyak PKL yang tidak berjualan lagi akibat menurunnya omset mereka semenjak di relokasi dari jalan klenteng dan jalan bata
“Saya ingat sekali salah satu petugas PD. Pasar menjanjikan tanggal 6 maret 2020 PKL jalan pedati-seketeng mau di pindah ke lantai 3 juga. Tapi kan kemarin itu dibatalkan. Pemerintah ga peduli sama kami, kami cuma butuh keadilan aja, pemerintah mana mikirin buat biaya hidup kami. Kami Minta supaya pedagang di lantai 3 juga di undur waktu relokasi sampai waktu lebaran,” tangkas Nandar.
Maman penjual umbi-umbian pun kecewa dengan kebijakan yang dinilai ia pun tidak menunjukan ketidakadilan dan menuntut yang sama.
“Kami kecewa aja pak, pembeli kami pasti pada lari ke pedati-seketeng yang masih di bawah dan mudah buat di akses. Nomor undian lapak juga gak jelas selalu berubah-rubah dari orang kantor, lapak saya dulu cukup gede pas dibawah semenjak dipindah ke sini jadi kecil. Umbi-umbian itu kan banyak ga cukup kalo cuma lapak segini. saya cuma minta kebijakan pemerintah supaya kami pun diundur relokasinya. buktikan kalo mereka berpihak sama rakyat kecil,” ujarnya. (*)