JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), berhasil menutup tahun 2019 dengan peningkatan pendapatan sebesar 6,55% dan membukukan laba Rp499 miliar dibandingkan tahun 2018.
Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, mengatakan peningkatan kinerja perusahaan menjadi kunci keberhasilan sehingga perseroan mampu meningkatkan laba sebelum bunga & pajak penghasilan sebesar Rp499 miliar, setelah selama tiga tahun berturut-turut sebelumnya, mengalami kerugian.
Di tengah pasar yang relatif stagnan dan kelebihan pasokan yang masih membayangi industri semen nasional, SBI mampu meningkatkan kinerja signifikan sejak bergabung dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG pada awal tahun 2019
Dari sisi Volume penjualan semen dan terak sepanjang 2019 lalu, SBI juga berhasil menaikkan 4,80% dibandingkan tahun 2018, sebagai hasil dari peningkatan utilisasi, serta sistem distribusi dan pemasaran yang terintegrasi dengan SIG.
Selain itu, SBI juga berhasil menekan beban pokok pendapatan (BPP) hingga 6,43%, dan hal ini akan terus difokuskan dengan menciptakan inovasi-inovasi baru demi keberlanjutan Perseroan di masa depan.
Sementara itu, berdasarkan catatan, Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat industri semen domestik tumbuh tipis 0,3% pada tahun 2019 atau mencapai volume penjualan sebesar 69,8 juta ton. Realisasi ini jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan 4,8% yang diproyeksikan sebelumnya. Sedangkan penjualan ke pasar ekspor pada tahun 2019 mencapai 6,4 juta ton atau naik 11,8% dari 5,7 juta ton pada tahun 2018.