
H. Isep H Insan, SH., MH salah satu dosen di FH Universitas Pakuan sebagai pengisi tausiyah menyampaikan, terkait dengan kebiasaan saling meminta maaf sebelum memasuki shaum ramadhan sesuai HR Muslim yang sangat mengajurkan setiap manusia saling memaafkan, dalam hubungan hablum minanas karena dalam konteks Hablum minallah Allah maha pemaaf.
“Ziarah kubur sebelum saum Ramadhan itu sangat baik dalam rangka zikirullah mengingat kematian yang pasti bakal datang, cuma persoalan waktu yang tidak diketahui kapan datangnya, begitu juga tradisi cucurak untuk saling silaturahim dan saling memaafkan supaya hati bersih untuk ibadah shaum ramadhan”, pungkas Isep.
“Persiapan yang penting ada kesehatan dan minta untuk meraih berkah ramadhan penuh melalui doa kepada Allah dan yang nanti harus terus dilakukan yaitu menjaga silaturrahim bisa via sosial media, jaga lisan, selalu berusaha sholat berjamaah dan qiyamul lail (sholat malam – Red), meskipun bersama dengan keluarga di rumah dan harapan besar kebaikan ini bisa terus dijaga dan ditularkan pasca shaum ramadhan”, tutup Isep.
Dalam acara tersebut hadir juga beberapa dosen senior seperti Hernomo, S.H., LL.M., I Wayan Suparta, S.H., M.H, Tutik Susilawati, SH., MH, Yeni K Milono, SH., MH. Dan acara cucurak ditutup dengan doa oleh Sobar Sukmana, SH., MH.
sebagai pengisi tausiyah menyampaikan, terkait dengan kebiasaan saling meminta maaf sebelum memasuki shaum ramadhan sesuai HR Muslim yang sangat mengajurkan setiap manusia saling memaafkan, dalam hubungan hablum minanas karena dalam konteks Hablum minallah Allah maha pemaaf.
“Ziarah kubur sebelum saum Ramadhan itu sangat baik dalam rangka zikirullah mengingat kematian yang pasti bakal datang, cuma persoalan waktu yang tidak diketahui kapan datangnya, begitu juga tradisi cucurak untuk saling silaturahim dan saling memaafkan supaya hati bersih untuk ibadah shaum ramadhan”, pungkas Isep.
“Persiapan yang penting ada kesehatan dan minta untuk meraih berkah ramadhan penuh melalui doa kepada Allah dan yang nanti harus terus dilakukan yaitu menjaga silaturrahim bisa via sosial media, jaga lisan, selalu berusaha sholat berjamaah dan qiyamul lail (sholat malam – Red), meskipun bersama dengan keluarga di rumah dan harapan besar kebaikan ini bisa terus dijaga dan ditularkan pasca shaum ramadhan”, tutup Isep.
Dalam acara tersebut hadir juga beberapa dosen senior seperti Hernomo, S.H., LL.M., I Wayan Suparta, S.H., M.H, Tutik Susilawati, SH., MH, Yeni K Milono, SH., MH. Dan acara cucurak ditutup dengan doa oleh Sobar Sukmana, SH., MH.
(Zie)