Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty menuturkan, terdapat komoditas unggulan pertanian di tahun 2020 diantaranya sektor tanaman pangan yakni ubi jalar dengan produksi 48.294 ton, talas 11.165 ton, ubi kayu 85.861 ton.
Untuk sektor hortikultura, manggis 47.022 kwintal dan pepaya 24.926 kwintal, jambu biji (kristal) 64.226 kwintal, rambutan 91.066 kwintal, cabe 57.433 kwintal, tanaman hias bunga 3.999.887 tangkai, tanaman hias daun indah 734.705 pohon, tanaman obat 9.185,8 ton.
“Untuk ekspor, salah satunya ekspor manggis sebanyak 4.124, ekspor ubi jalar sebanyak 73,66 ton. Ekspor tanaman hias pot 39.032 pot, tanaman hias bunga sebanyak 20.000 potong per bulan,” tutur Siti.
Ia menjelaskan, peluncuran ekspor manggis Kabupaten Bogor diresmikan pada tanggal 27 Februari 2019. Manggis Kabupaten Bogor telah dirilis sebagai varietas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2010 dengan nama varietas ”Raya”. Sentra manggis Bogor berada di Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Sukamakmur dan Klapanunggal.
“Ekspor buah manggis telah dimulai sejak bulan november 2018 sampai 18 februari 2019 sebanyak 250 kontainer atau sebanyak 4.500 – 5.000 ton buah manggis satu kontainer memuat 18 sampai 20 ton melalui pengiriman laut. Tujuan ekspor adalah ke negara China, sebanyak 7 kontainer atau sekitar 126-140 ton buah manggis,” jelasnya.