Sementara itu, kata Siti, untuk ekspor tanaman hias, peluncuran ekspor tanaman hias Kabupaten Bogor di Desa Sirnagalih Kecamatan Tamansari yang bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional pada tanggal 24 September 2020.

Populasi tanaman hias di Kabupaten Bogor tersebar di beberapa sentra yaitu Kecamatan Tamansari, Ciawi, Megamendung, Cisarua, Kemang, Ciseeng, dan Gunung Sindur. Jenis tanaman hias yang telah di ekspor antara lain Monstera, Philodendron, Alocasia, Anthurium, Scindapsus, dan jenis aroid lainnya.

“Terdapat 622 petani eksportir dari Kabupaten Bogor tergabung dalam 52 perusahaan (CV/PT) yang mengeluarkan phytosanitary atau ijin ekspor, dengan rata-rata devisa negara 500-700 juta per hari. Tujuan Ekspor adalah Amerika, Kanada, Jerman, UK, Itali, Korea, Taiwan, Malaysia, Jepang,” kata Siti.

Baca Juga  Pempek Palembang Nian !, Kedai Makanan Khas Palembang di Kota Bogor

Lebih lanjut Siti mengungkapkan, untuk Gerakan Beli Beras Petani Bogor, yakni “Beras Carita Makmur” yang diproduksi oleh 18 Gapoktan dengan target 85 ton per bulan. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Perbup No. 9 Tahun 2019 tentang Pembelian Beras oleh Aparatur Sipil Negara pada Pemda Kabupaten Bogor. Dilanjutkan dengan SPK tanggal 17 Februari tahun 2020 sebanyak 22 Kelompok Tani dan SPK tanggal 17 Februari tahun 2021 sebanyak 23 Kelompok Tani.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Harap KADIN Kabupaten Bogor Dorong Pemulihan Ekonomi

”Gerakan Beli Beras Petani Bogor ini realisasinya pada tahun 2020 sebanyak 847,5 ton. Sementara target tahun 2021 ini sebanyak 850 ton, selanjutnya target tahun 2022 sebanyak 875 ton, dan tahun 2023 sebanyak 900 ton,” ungkap Siti Nurianty.