JAKARTA – Mahasiswa Universitas Atma Jaya Jakarta yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa dalam memperingati ‘Tragedi Semanggi’ , para mahasiswa berdemonstrasi ke jalan demi melakukan aksi demonstrasi. Untuk memperingati 19 Tahun Tragedi Semanggi II di depan Istana Merdeka, Jakarta. (24 September 2018).
Para mahasiswa tersebut menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus tragedi Semanggi II serta kasus pelanggaran HAM yang meregut nyawa Yap Yun Hap. Tepatnya 19 tahun silam, yang terjadi pada Jumat (24/9/1999), Yun Hap ikut berdemo bersama para mahasiswa UI lainnya. Kegiatan yang biasa dilakukannya Sehari sebelumnya, Yun Hap ikut demo dan baru tiba di rumahnya sekira pukul 09.00. Kali itu, bersama kawan-kawannya, ia demo menolak RUU PKB (Penanggulangan Keadaan Bahaya) dan menuntut pencabutan dwifungsi ABRI.

Namun ibu Alm, Kim Ngo, melarang anaknya untuk ikut berdemostrasi pada hari itu karena perasaannya tidak enak tentang anaknya, dan ingin anaknya tidak pergi kemana-mana pada hari itu. Tapi, Alm tetap berikeras pergi.
“Soalnya menurut ramalan Cina, orang sio ular tahun ini sial,” kenangnya. Yun Hap berkeras, dia tetap berangkat. Katanya; ‘kalau kenapa-kenapa, itu sudah takdir’, ujar Yun Yie, adik Yun Hap.
Namun, saat Yun Hap melakukan demonstrasi dan perlawanan, ia tertembak peluru tajam yang mengenai bagian punggungnya yang diduga berasal dari salah satu tentara yang berjaga di lokasi saat demonstarasi. Peristiwa penembakan pada 24 September 1999 itu dikenang sebagai Tragedi Semanggi II, sampai saat ini.
(Tiara)