Serangan datang beberapa hari setelah jeda singkat. Gencatan senjata yang ditengahi oleh Moskow tersendat pada Selasa malam ketika serangan udara menghantam serangkaian kota di bagian selatan provinsi Idlib. Gencatan senjata yang berumur jagung itu mengikuti gencatan senjata sebelumnya yang diumumkan pada akhir Agustus. Itu terjadi setelah serangan oleh pemerintah menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil dalam empat bulan.
Penduduk dan pekerja penyelamat mengatakan, banyak kota dan desa di wilayah selatan provinsi itu kini kosong sebagai akibat serangan ofensif pemerintah Suriah yang didukung Rusia. Serangan itu menggusur ratusan ribu orang sejak dimulai pada April.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam sebuah pernyataan, PBB semakin khawatir tentang keselamatan warga sipil di sana. “PBB mendesak semua pihak, dan mereka yang memiliki pengaruh atas pihak-pihak itu, memastikan perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional,” katanya, Rabu (15/1).
Sumber : relawan.id

