KABUPATEN BOGOR – Warga masyarakat Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor yang berada di dekat bantaran kali Cidurian terus dihantui rasa ketakutan ketika hujan turun. Pasalnya warga trauma setelah banjir bandang terjadi pada awal Januari 2020 lalu yang menghantam dua Kecamatan yakni Jasinga dan Cigudeg.
“Hujan deras semalam dan air meluap naik lagi ke pemukiman warga, dikhawatirkan akan banjir bandang terjadi lagi,” kata Warga Parungsapi, Jasinga Anwar (55), kemarin.
Ia pun menjelaskan, bahwa sebelum – belumnya aliran Sungai Cidurian tidak pernah meluap dan mengalir ke pemukiman warga.
“Baru-baru ini aja air meluap ketika turun hujan, padahal aliran sungai bukan ke sini, karena ini pesawahan,” kata Anwar.
Ketika turun hujan warga pun merasa takut dan mengungsi ke tempat yang lebih aman di khawatirkan terjadi banjir Bandang kembali seperti awal tahun 2020.
Sementara Kades Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, Nurhanasah mengatakan, pihaknya terus bersiaga ketika turun hujan. Seperti semalam ia terus monitor di dua kampung yakni Kampung Parung Sapi dan Kalong Dagul.
“Air masuk ke pemukiman warga, namun tidak separah yang terjadi pada awal tahun 2020 kemarin,” kata Neneng.
Kades Neneng pun mengatakan, untuk kampung Parungsapi yang terdiri dari 24 rumah 20 KK dengan jumlah jiwa 187 jiwa itu akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Untuk lahan relokasi akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Pemkab Bogor,” katanya.
Sementara Petugas BPBD Kabupaten Bogor Arif mengatakan, meluapnya aliran sungai Cidurian tidak hanya di Jasinga, namun di Kampung Lawang Taji, Desa Bunar Kecamatan Cigudeg pun pada Minggu malam (26/1) meluap hingga merendam beberapa rumah.
“Ia air naik pada Minggu malam sekita jam 9 dan mulai surut kembali pada Senin pagi, warga sempat panik karena takut terjadi banjir Bandang lagi seperti awal Januari 2020 lalu,” katanya
Lebih lanjut ia mengatakan saat turun hujan selalu mengingat kepada warga agar segera pemukiman yang dinyatakan rawan. Namun kadang ada beberapa warga yang membandel.
“Kadang masih ada beberapa warga yang masih membandel susah dibilanginnya,” pungkasnya.
(Agil)