KABUPATEN BOGOR – Tak kuat berenang, seorang pria bernama Alek Suherman (40) menjadi korban tenggelam kali Cisadane di Kampung Batu Beulah RT 03/06, Desa Situ Udik Kecamatan Cibungbulang. Kejadian berawal pada pukul 14.11 WIB, korban bersama keluarganya hendak mandi disungai Cianten pada Selasa Siang. Namun, menurut keterangan saksi mata, Ira, dan Siswandi, korban saat itu sedang mandi di Sungai bersama keluarga, dan anak korban melihat korban meminta tolong karena terseret arus dan tenggelam tepatnya disekitar Leuwi Namggung Sungai Cianten (TKP).
Bahkan, kakak korban, sempat menolong korban dengan cara berenang ke tengah sungai (Leuwi Nanggung) dan berhasil menangkap korban. Akan tetapi karena arus sungai yang kuat saksi tidak bisa menolong korban dengan membawa ke pinggir dan korban terlepas di tengah pusaran air Leuwi Nanggung kemudian tenggelam.
“Awalnya memang saya yang ingin mandi sekalian membawa saudara lain karena kebetulan sedang ngidam, namun setelah dilokasi awalnya biasa saja tapi ketika semuanya lagi mandi, adik ipar saya meminta tolong dikira becana ternyata benar dia terbawa arus kali ketengah pusaran air,” kata Ira kepada wartawan dilokasi kejadian.
Bahkan, saudaranya memberi pertolongan dengan melompat dan menarik korban namun karena kaki keram tak bisa naik. Bahkan, korban sempat naik dua kali tapi ketiga kalinua tidak terlihat lagi.
Sementara tim BPBD melakukan pencarian dari pukul 11.30 dan berhasil ditemukan pada pukul 14.30 setelah tersangkut oleh jangkar tim BPBD Kabupaten Bogor. Komandan Tim BPBD Kabupaten Bogor, Asep menjelaskan, bahwa evakuasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Korban ditemukan oleh tim gabungan, menggunakan alat jangkar tersangkut pada bagian baju belakang.
“Informasi korban sedang mandi, bersama saudaranya sempat ditolong tapi korban tenggelam dikarenakan kaki keram, sempat muncul dua kali tapi ketiga kalinya tak muncul lagi,” jelasnya
Sementara itu, Pjs Desa Situ udik Ade Solahudin mengaku, pihaknya mendapatkan informasi ada warganya tenggelam setelah sebelumnya sedang mandi bersama saudara lainnya. “Awalnya karena panik dan kakinya keram makanya tidak bisa menahan tarikan arus sungai. Memang dilokasi sering terjadi, malah setahun sekali pasti ada kejadian orang tenggelam,” pungkasnya.
( Agil ).