KABUPATEN BOGOR – Masyarakat Desa Ciampea Udik beberapa hari ini terjadi keresahan, dikarenakan adanya salah satu warga yang dikabarkan positif Covid-19. Berdasarkan informasi awal, warga yang dikabarkan positif ini diperoleh dari hasil swab test yang dilaksanakan tiga minggu lalu.
“Saya mencoba konfirmasi kepada Kepala Puskesmas, dr. Frenky Setiawan melalui telepon, tentang informasi bahwa ada warga kami yang positif hasil swab test, dan kebetulan Udin ini membuka praktek mantri di Desa Ciampea Udik,” terang Sekretaris Desa Ciampea Udik, Aris Munandar.
Dalam pembicaraan dengan dr. Frenky, Aris menuturkan informasi datang mendadak sehingga tidak sempat menginformasikan kepada Pemerintahan Desa Ciampea Udik. Bahkan ada dua staf Puskesnas yang reaktif hasil dari rapid test.
“Bahkan ada dua staf lainnya Rapid testnya reaktif dan untuk sementara seluruh staf Puskesmas Ciampea Udik dirumahkan, kalau saudara Udin harus cek swab sekali lagi,” tambah Aris, menceritakan ucapkan dr. Frenky.
“Jadi seharusnya pas awal hasil Swab positif pihak kepala Puskesmas harus memberikan informasi kepada pemdes Desa Ciampea Udik agar tidak simpang siur kepada masyarakat, dan seharusnya memberikan instruksi di isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, soalnya saudara Udin sempat mengambil peralatan medis di Desa. ya kalau ada informasi pihak puskesmas kepada pemdes saya juga pasti akan memberikan himbauan kepada masyarakat serta awak media. ” Kata Aris Munandar Sekdes, dengan muka kesal.
Aris Munandar menjelaskan, Pemerintah Desa Ciampea Udik memperoleh informasi tersebut dari masyarakat dan pihak Desa tidak diberikan informasi.
“Dan kami dari pihak desa merasa di rugikan karena isu ini sangat simpang siur sampai kemana-mana, karena saat ini tidak ada keterangan yang jelas dari protokol kesehatan,” Ujarnya.
“Kalau bisa pihak Pemdes Ciampea Udik minta keterangan secara tertulis untuk kesembuhan saudara Udin, minimal ada tindak lanjut dari pihak protokol kesehatan, karena banyaknya pertanyaan dari RT, RW sampai desa tetangga terdekat bertanya. Sedangkan pihak puskesmas sendiri tidak memberikan informasi secara real.” Pungkasnya.
(Agil)