“Kolaborasi ini sangat penting, untuk mewujudkan ini semua tentu harus didasari dengan wali data yang akurat. Untuk itu sinkronisasi dan inventarisasi data menjadi poin penting agar sanitasi dan penyediaan air minum bersih ini tepat sasaran sesuai target yang telah ditetapkan, tegasnya.
Sementara itu, Tim USAID IUWASH Plus, Kartika menjelaskan, latar belakang terpilihnya Kabupaten Bogor sebagai daerah atau lokasi fokus USAID dalam peningkatan air minum bersih dan sanitasi yakni. Komitmen Pemkab Bogor dalam mengatasi permasalahan sanitasi dan air minum bersih, upaya Pemkab Bogor dalam rangka peningkatan akses khusus untuk warga miskin yang berpenghasilan rendah. Sanitasi di Kabupaten Bogor baru mencapai 74,02 persen,karena idealnya adalah 90 persen. Serta masih adanya kasus stunting, diare dan tipus di Kabupaten Bogor.
“Melalui kegiatan ini kami berharap Pemkab Bogor, dapat meningkatkan kapasitasnya dalam mengelola dan mewujudkan sanitasi yang layak bagi masyarakatnya. Yang akan berkontribusi pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor, serta menekan angka stunting di Kabupaten Bogor,” kartika menegaskan.
Katanya, melalui kegiatan singkronisasi dan inventarisasi data sanitasi di Kabupaten Bogor. Karena data tersebut akan diolah selanjutnya akan dijadikan alat advokasi kebijakan untuk mewujudkan sanitasi dan pemenuhan air minum yang layak di Kabupaten Bogor.
“Seluruh stakeholder kami libatkan tidak hanya Perangkat Daerah lingkup Pemkab Bogor, swasta juga kami libatkan melalui program CSRnya. Juga keterlibatan koperasi melalui program kredit mikro untuk masyarakat bawah. Agar tujuan kita dapat tercapai dengan maksimal,” imbuhnya. (*)