
Isu krisis politik di Myanmar mewarnai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta. Junta militer yang merebut kekuasaan sipil dari tangan Aung San Suu Kyi didesak untuk tidak ikut pada KTT ASEAN kali ini, karena telah mencederai demokasi yang berperadaban.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir dalam wawancaranya dengan Parlementaria, Sabtu (24/4), memandang, pemimpin Junta Militer tidak pantas duduk di KTT ASEAN, karena telah merebut kekuasaan dengan menumpahkan darah rakyatnya.
“Ini menciderai demokrasi sebagai peradaban yang terbaik dalam sistem pertukaran kekuasaan,” katanya.
Politisi PAN ini mendesak, bila pemimpin kudeta Myanmar hadir di KTT, sebaiknya Indonesia sebagai tuan rumah mendesak Junta Myanmar segera menghentikan kekerasan, membebaskan ribuan tahanan, memulihkan demokrasi, dan mengadakan dialog damai dengan seluruh unsur politik di negara tersebut.
“Indonesia mendukung Konvensi PBB yang menentang penyiksaan,” tandasnya.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !