
Indonesia, sambung Hafisz, bisa meminta penjelasan kepada delegasi Myanmar yang hadir atas krisis politik di negara yang dulu bernama Burma tersebut. Bahkan, masih kata Hafisz, Indonesia memiliki hak untuk mengekstradisi para tersangka kudeta berdarah itu. Krisis Myanmar jadi ujian serius bagi ASEAN. Ini bukan hanya masalah dalam negeri Myanmar, tapi sudah menjadi masalah regional.
“Atas case ini, maka ASEAN sedang diuji apakah bisa mnyelesaikan masalah krusial ini. Mengingat, ini bukan masalah internal bagi Myanmar saja, tetapi merupakan krisis kemanusiaan dan HAM besar yang berdampak bagi seluruh kawasan sekitar Myanmar. Sudah ada ribuan pengungsi memasuki negara-negara ASEAN, sehingga masalah ini menjadi masalah regional,” papar legislator dapil Sumatera Selatan I itu.
Kabar terakhir, Min Aung Hlaing pemimpin militer Myanmar yang menggulingkan Suu Kyi akan hadir di Jakarta. Dia disebut-sebut sebagai tersangka kejahatan paling serius yang menjadi sorotan dunia. Kudeta militer ini menumbuhkan revolusi rakyat. Banyak aksi kekerasan terhadap rakyat pro demokrasi yang dilakukan militer. Suu Kyi pun kini dipenjara oleh Junta Militer.
Sekjen PBB Antonio Guteres, lanjut Hafisz lagi, sudah mendesak, agar KTT ASEAN mampu mencegah potensi naiknya eskalasi konflik di Myanmar. Korban rakyat sipil tak boleh berjatuhan lagi. Guteres bahkan, sempat mengatakan akan mengirim delegasi khusus PBB di Myanmar, Christine Schraner Burgener untuk datang ke Jakarta menghadiri KTT ASEAN.
Sumber : DPR RI
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !