KABUPATEN BOGOR – Didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan dan Kepala Bagian SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Bupati Bogor, Ade Yasin menerima kunjungan Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, Cibinong, Rabu (16/3)
Dalam pertemuai ini dibahas kolaborasi Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Barat dan pihak swasta dalam program pemberian akses tenaga listrik khusus bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.
“Rencananya, program “Jabar Caang” ini untuk wilayah Kecamatan Jasinga, Tenjo, dan Cigudeg, yakni sebanyak sembilan desa. Program “Jabar Caang” ini bertujuan memberikan akses tenaga listrik khususnya bagi masyarakat miskin dan yang tidak mampu,” tutur Ade Yasin.
Jadi, lanjut Ade, kriterianya penerima program ini tentunya masyarakat tidak mampu yang belum punya listrik atau yang belum memiliki KWH mandiri, kemudian rumahnya milik sendiri.
Selanjutnya, menurut Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih untuk menyelesaikan masalah energi ini perlu kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
“Berdasarkan inventaris ada 10.500 penerima program, sebenarnya masyarakat Kabupaten Bogor relatif sudah mendapatkan akses listrik, tapi akses listriknya belum memiliki KWH mandiri, Jadi kita ingin berikan akses listrik yang layak, dengan kapasitas dayanya 450 VA untuk yang subsidi, dan ada juga yang 900 VA,” jelas Ai.
Dalam kesempatan ini pun, Ai meminta bantuan Bupati Bogor dalan program akselerasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, atau solar cell yang akan dipasang di perkantoran dan pemerintahan.
“Saat ini pemprov jabar sudah membuat pilot project di tujuh SMK di wilayah Kabupaten Bogor, yang akan kita bangun solar cell. Ini komitmen kita bersama untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, selain itu untuk mencapai pembangunan energi di Jawa Barat sebanyak 20% di tahun 2025,” terang Ai Saadiyah Dwidaningsih. (*)

