“Di antaranya, dalam bidang, kesehatan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, kepegawaian, pendidikan, pangan, penanaman modal, pertanian, keuangan, kearsipan, komunikasi dan Informatika, UMKM, pariwisata, dan sebagainya,” paparnya.
Sementara, kata dia, keberhasilan dan kesuksesan dirinya bersama sang wakil Wakilnya Iwan Setiawan selama memimpin dua tahun terakhir juga terus menuai perhatian dan penghargaan. Mulai dari level nasional maupun provinsi, untuk penghargaan tingkat nasional berjumlah 8 (delapan) dan penghargaan tingkat provinsi berjumlah 17 (tujuh belas). Jika ditotal, maka puluhan penghargaan yang berhasil diraih.
Antara lain, penghargaan Bupati Entrepreneur Award (BEA) 2019 kategori pariwisata dalam Regional Leader Entrepreneur Award 2019, penghargaan Anugerah Pandu Negeri untuk Kategori Gold (sangat baik) dari Indonesian Institute for Public Governance (IIPG), Penghargaan Tim Koordinasi Kerjasama Daerah Kabupaten Terbaik Tahun 2019 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan penghargaan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jabar sebagai pejuang perempuan di masa Pandemi Covid-19 dalam acara Women Expo KNPI Jabar 2020,” ucapnya.
Tak hanya itu, duet Ade Yasin dan Iwan Setiawan juga berhasil mengantarkan 41 desa tertinggal naik tingkat menjadi desa berkembang, maju dan bahkan mandiri. Itu tercermin dari progres Indeks Desa Membangun (IDM). Dari jumlah 45 desa tertinggal kini hanya tersisa empat desa saja. Empat desa tersebut ialah Desa Cilaku Kecamatan Tenjo, Desa Sukarasa Kecamatan Tanjungsari, Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari, Desa Wirajaya Kecamatan Jasinga.
“Kita target di 2021 tidak ada lagi desa tertinggal,” ungkap Ade.