“Ini sebuah prestasi yang istimewa, tak hanya bagi pemda tapi juga bagi masyarakat di Bumi Tegar Beriman,” tutur Ade Yasin.

Ade juga menambahkan, di tahun 2020 juga merupakan tahun keprihatinan, khususnya bagi warga Kabupaten Bogor. Di awal tahun 2020 terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di kecamatan Sukajaya, Nanggung, Jasinga, Cigudeg dan Gunungputri. Pemkab Bogor pun bergerak cepat melakukan aksi tanggap darurat, semua sumber daya dikerahkan untuk membantu masyarakat yang menderita akibat banjir dan longsor.

Baca Juga  Headline Bogor | Masyarakat Kecewa Dengan Tidak Hadirnya Wakil Rakyat Pada Musrenbang Kecamatan Dramaga

Sedikitnya, 262 hunian sementara di bangun, 46 MCK didirikan. Tak hanya itu, bantuan pemerintah pusat Rp 25 miliar untuk membangun hunian tetap untuk warga terdampak telah tersalurkan dengan baik. Saat ini, Pemkab Bogor juga masih fokus ke pemulihan pasca bencana alam. Setelah itu, lanjutnya, “badai” kedua kembali datang. Pandemi Covid-19 mengguncang dunia termasuk di dalamnya Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Ajak Semua Pihak Ciptakan Pemilu Yang Kondusif Dan Ceria

“Atas instruksi dari saya pribadi, refocusing anggaran APBD pun dilakukan. Nilai refocusing mencapai Rp866 miliar,” tambahnya.

Menurutnya, dana sebesar itu di antaranya untuk memberikan bansos bagi warga terdampak, membagikan APD, masker dan handsenitezer. Dan juga membentuk pusat isolasi Covid-19 di Kemang Bogor. Tak lupa pula, melakukan kampanye dan penegakan hukum 3M, merekrut relawan medis dan non medis dan melaksanakan swab dan rapid di tempat rawan
kerumunan.