Kondisi terkini kaki dik Khusni masih tidak bisa digerakkan, begitu juga dengan tangannya hanya bisa digerakkan sedikit saja, “matanya hanya bisa melihat menerawang namun tak bisa fokus, serta untuk berbicara untuk anak seusianya masih belum bagitu jelas, ungkap Rere tim ACT yang berkesempatan berkunjung di rumahnya.

Sumirah ingin sekali melihat anaknya dikemudian hari bisa sembuh, dan dapat bermain dengan teman-teman sebayanya, serta bisa bersekolah. Tapi apa daya, kondisi anak bungsunya kini hanya bisa berbaring dan duduk di kursi roda.

“Dulu pernah ditawarkan dokter untuk operasi, namun karena terkendala biaya operasi sekitar 65 juta jadi saya tidak mampu,” ungkap Sumirah.

Baca Juga  Headline Nasional | Pangan untuk Negeri : LAZ Al Bunyan Priangan Berangkatkan Truk Bantuan untuk Jabodetabek

Akhirnya Sumirah terpaksa mengurungkan niatnya untuk operasi anaknya, dan membawa pulang anaknya untuk dirawat sendiri di rumah. Bahkan karena saking sulitnya, ia kadang harus menjual sapi milik mertuanya untuk keperluan periksa dan berobat dik Khusni ke klinik terdekat.

Para tetangga serta Karang Taruna Desa setempat sesekali juga turut membantu keluarga bu Sumirah dengan membawakan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari.