KOTA BOGOR — Ramainya perbincangan publik terkait lirik lagu berbahasa Sunda yang diciptakan oleh Saepul Bahri Binzen menuai respons pro dan kontra dari berbagai pihak. Menyikapi polemik tersebut, LBH Ansor Kota Bogor menilai lirik tersebut berpotensi menimbulkan irisan serius dengan isu gender.
Ketua LBH Ansor Kota Bogor, Dita Aditya, menegaskan perlunya penyelesaian yang jelas agar polemik tidak terus berlarut.
“Kami menilai lirik kontroversial ini harus ada selesainya, agar kemudian tidak menjadi gaduh dan menimbulkan persepsi liar tentang makna dan arti dari lirik tersebut,” ujar Dita dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Kamis (2/7).
Menurut LBH Ansor Kota Bogor, lirik lagu tersebut secara umum menggambarkan perbandingan antara laki-laki dan perempuan, namun cenderung melemahkan eksistensi perempuan.
“Lirik yang diciptakan tersebut lebih tendensius melemahkan eksistensi perempuan dan dapat berpotensi menimbulkan permasalahan hukum,” katanya.
LBH Ansor Kota Bogor juga menilai, dengan viralnya konten tersebut, aparat penegak hukum semestinya dapat bertindak proaktif.