KOTA BOGOR — Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Organ Sekawan, AMBB, Garuda KPP RI Bogor, Gestur, dan JPMI DPW Bogor Raya menggelar aksi demonstrasi di depan kantor BAZNAS Kota Bogor, pada hari ini.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan krisis serius dalam pengelolaan dana umat, yang mencakup persoalan integritas, transparansi, dan independensi lembaga.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti dugaan keterlibatan amilin dalam aktivitas yang berindikasi politik. Hal ini dinilai melanggar prinsip independensi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, serta berpotensi memicu konflik kepentingan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.
Selain itu, massa juga mengkritisi besarnya penghimpunan dana ZIS yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, namun dinilai belum diiringi dengan transparansi serta kejelasan dampaknya bagi para mustahik.
Sejumlah program seperti UMKM, ZMart, serta program Zakat Community Development (ZCD) ayam petelur di Kedung Badak turut menjadi sorotan. Program-program tersebut diduga menyimpang dari tujuan utama pemberdayaan zakat.
Tak hanya itu, massa juga menyinggung dugaan penyalahgunaan dana ZIS di lingkungan UPZ Balaikota Bogor, yang disebut digunakan untuk pembelian oleh-oleh umroh. Selain itu, operasional Klinik Ibnu Sina juga dipersoalkan karena diduga belum mengantongi izin resmi.
Dalam tuntutannya, massa mendesak pencopotan Ketua BAZNAS Kota Bogor apabila terbukti lalai, gagal menjaga amanah, serta tidak mampu memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

