OPINI – Kita tahu bahwa setiap perjuangan harus berdarah darah untuk memperjuangkan kaum marhen. GMNI (Gerakan mahasiswa nasional Indonesia) memiliki perjuangan Yang sangat Berat untuk di laksanakan “itu hanya bagi orang Yang belum siap memperjaungkan kaum marhaen”.

Tragedi Yang terjadi di Cianjur menjadi suatu dialektiak Yang berkepanjangan di serial perjalanan nya, episode episode karakter Yang di per oleh dari GMNI sangat bagus untuk memperjuangan kehidupan bangsa, agar tidak ada nya lagi penghisapan manusia atas manusia, bangsa atas bangsa.

Kasus Yang terjadi di Cianjur sudahlah selesai dengan berbagi macam prablematik Yang ada, dengan banyak dari para “main stakeholder” menyorot terus pada khasus Yang di sana.

Baca Juga  Headline Bogor | Anggota DPRD, Pengusaha & Perangkat Kelurahan Buka Dapur Umum

khasus ini menjadi perbincangan hangat dari setiap orang, dan perbincangan pun menjadi berbagai macam versi “tergantung perspektif” (silahkan ambil asumsi sendiri).

Tetapi buat kita di Bogor ini, mendukung penuh atas apa Yang telah terjadi dengan azas perjuangan Marhenis nya untuk terus memberi peringatan kepada para penguasa.

Di tambah pernyataan Sikap Yang di lakukan DPP GMNI dengan mengambil Sepihak, tidak melibatkan berbagai unsur untuk menyelesaikan persolaan ini, kalau kita lihat Anggaran Dasar pasal 8 ayat 1 poin d. Yang berisi : setiap anggota berkah mendapatkan perlindungan dari organisasi. Pasal 4 Anggaran Rumah Tangga ayat 5 yang isinya; mendapatkan perlindungan organisasi sepanjang berkaitan dengan pelaksanan tugas dan kebijakan organisasi, tetapi Dewan pimpinan pusat GMNI malah memecat anggota tersebut tanpa melibatkan berbagai sudut pandang.

Baca Juga  Sukses Tata Taman Kota, Bima-Dedie Siapkan Gebrakan Kota Ramah Keluarga | Headline Bogor

Kita sebagai anggota GMNI, berteriak kencang Menyerukan kawan kita yang berada di Cianjur untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas nya sebagai marhaenis untuk kepentingan rakyat. Dan ini juga menjadi pukulan keras untuk DPP GMNI dalam mengambil Sikap.

Semoga kedepan Tidak ada lagi Yang ter jadi hal Yang sama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Yang tertindas. Maka dari pada itu kita akan terus meyuarakan terus, terus menyuarakan kepentingan rakyat yang termajinalkan. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan, hidup petani, hidup buruh, hidup kaum marhaenis. Sekali merdeka tetap merdeka. Merdeka untuk selama lamanya. (*)