KOTA BOGOR – Pemilihan Anggota Legislatif baik tingkat pusat, provinsi maupun kota/kabupaten kurang lebih satu tahun kedepan, namun partai – partai peserta pemilu 2019 mulai melakukan sosialisasi serta ramai – ramai membentuk relawan – relawan pemenangan di daerah – daerah. Tidak terkecuali Partai Amanat Nasional, hari ini (15/2/18) DPD Partai Amanat Nasional Kota Bogor melakukan sosialisasi dan memperkenalkan kader – kadernya terbaiknya yang akan bertarung dalam pemilihan legislatif 2019.
Menjabat sebagai Sekjend DPP PAN, Mohammad Eddy Dwiyanto Soeparno atau yang akrab dipanggil Eddy Soeparno yang merupakan kader terbaik yang dimiliki PAN telah membulatkan tekad untuk bertarung dalam pemilihan legislatif tahun 2019.
“Kami menemui masyarakat di kecamatan Bogor Barat kali ini untuk bersilaturahim, menyerap aspirasi, diantaranya tentang banjir, perbaikan perpustakaan dan Insya Allah kami perbaiki, dan di sini kampung janda dan Insya Allah kita santuni, hari inipun saya menerima komitment masyarakat untuk mendukung Bima Arya dan Dedie Rachim untuk menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2018 – 2023 serta menerima komitment masyarakat untuk mendukung saya di Pemilu Legislatif tahun 2019,”
Hadir juga pada acara tersebut Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor Bima Arya dan Dedie Rachim. Dengan mengenakan kemeja kotak – kotak hitam putih Bima Arya dan Dedie Rachim menyapa masyarakat kampung tersebut.
“Hari ini adalah hari kedua setelah cuti dari jabatan saya sebagai Walikota Bogor, hari pertama saya kemarin melaksanakan kegiatan lari dan bersilaturahmi, hari kedua ini saya sebut dengan “Badra Gerilya” yaitu konsep kami menyapa warga, dan hari ini dari pagi kita bergerilya berjalan menyapa warga sejauh 7 kilometer menembus 3 Kelurahan di wilayah Bogor Barat, selama hampir 3 jam kami mengetuk pintu warga, menyapa warga serta melihat keseharian warga, itu kami lakukan setiap pagi selama 4 bulan,”
Saat ditanya sasaran dari kegiatan “Gerilya Badra” ini, Bima Arya menjelaskan sasaran dari kegiatan tersebut yaitu menyapa dan mendengar harapan warga, melihat apa yang telah dilakukan pemerintah Kota Bogor selama 4 tahun dan mana yang belum, serta memberi semangat jaringan pendukung dan relawan di setiap wilayah.
“Keluhan yang kami terima yaitu soal perbaikan RTLH, dan saya berkomitment untuk menambah jumlah penerima perbaikan RTLH, kita tahu setiap tahun jumlah penerima perbaikan RTLH berjumlah 2.000 yang disetujui, dan mulai tahun depan kita naikan terus sehingga di ujung mencapai 50.000 perbaikan RTLH, dan program kedepan kita ingin mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota yang ramah untuk keluarga, kita akan perbaiki rumah – rumah tidak layak huni di seluruh penjuru Kota Bogor,”
Roy