Bahas Krisis Timur Tengah, Prabowo Tekankan Kesiapan Indonesia Hadapi Segala Kemungkinan

Dok. Menteri Luar Negeri, Sugiono

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membahas perkembangan situasi nasional dan global terkini, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, dalam pertemuan silaturahmi dan diskusi bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3).

Pertemuan tersebut menyoroti berbagai isu strategis yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, terutama kondisi internasional yang dinilai semakin dinamis dan berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan bahwa Presiden memberikan penjelasan terkait kondisi global dan domestik yang tengah berlangsung, termasuk situasi terbaru di Timur Tengah.

Post ADS 1

“Seperti yang sudah juga disampaikan, Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan situasi baik global maupun domestik selama beberapa waktu belakangan ini, termasuk juga situasi terakhir yang kita ketahui bersama sedang berkembang di Timur Tengah,” ucap Menteri Luar Negeri, Sugiono dalam keterangannya kepada awak media.

Menanggapi meningkatnya eskalasi di kawasan tersebut, pemerintah Indonesia disebut telah menyiapkan langkah antisipasi guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI). Menlu mengungkapkan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk mempersiapkan proses evakuasi bagi WNI yang membutuhkan.

“Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” katanya.

Menurut Sugiono, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi secara intensif karena kondisi ke depan masih sangat dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

“Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” lanjut Menlu Sugiono.

Selain itu, Menlu juga mengungkapkan telah menjalin komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran guna membahas situasi yang berkembang. Dalam komunikasi tersebut, kedua negara saling menyampaikan pandangan masing-masing terkait konflik yang terjadi.

“Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal yang berakibat pada terjadinya eskalasi. Kemudian kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah satu negara. Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” ucapnya.

Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk berperan aktif sebagai mediator dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Hal itu, kata Sugiono, telah disampaikan langsung dalam komunikasi diplomatik dengan pihak Iran.

“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima,” kata Menlu Sugiono. (DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !