KABUPATEN BOGOR – Keluhan masyarakat terhadap kualitas beras Bantuan Sosial (Bansos) di Pemerintah Kabupaten Bogor membuat Bulog wilayah Jawa Barat mengevaluasi dan akan mengganti beras yang dibawah standar kualitas. Serta mengadakan uji tanak beras bantuan sosial, Selasa (2/6).
“Hari ini kita silaturahmi, kalau dulu halal bihalal diperbolehkan, jadi kita makan bersama teman-teman yang membantu di gudang kami. kedua kami ada amanah dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menyalurkan Bansos kepada 200 ribu KK atau RTS dengan menyalurkan beras dari bulog sebanyak 30 kg per KPM,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Barat, Benhur saat di wawancarai.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam satu bulan ini pihaknya akan melakukan evaluasi, memperbaiki, untuk lebih baik lagi, walau terlambat yang seharusnya dilakukan evaluasi dalam seminggu dari segi distribusinya.
“Kami di bulog bertanggung jawab masalah kualitas beras ini, dan saya coba evaluasi, dan semua pejabat Kabupaten Bogor, bahkan saya sendiri ingin menikmati betul beras yang kita salurkan ini, seperti apa, tapi setahu saya meskipun beras medium, beras ini benar- benar layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Benhur menambahkan, bahwa premium dan medium itu hanya istilah saja karena secara psikologis terbentuk tapi ketika dikonsumsi tidak ada bedanya.

