“Perbedaannya hanya di broken itu pecahan beras bulog. Makanya hari ini kita akan evaluasi, berasnya Insya Allah enak, dan dari 200 ribu RTS itu sekitar 400 karung dan dikerjakan tenaga buruh kita. Bahkan, kualitas beras yang jelek kemarin sudah kita ganti,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, keluhan dibeberapa wilayah tidak terlalu banyak dan hanya beberapa karung saja. meskipun begitu, akan diganti sekaligus mengevaluasi semuanya.
“Untuk stok beras kalau lama tidak baru 5 – 6 bulan disimpan itu akan mengalami perubahan. Mengenai stok yang ada di bogor sekitar 380 ton Kbupaten Bogor masih ada 220 ton untuk alokasi nanti,” tuturnya.
Ketika ditanyai tentang kualitas dirinya mengungkapkan, pihaknya akan perbanyak produksi di gudangnya. jadi normalnya per hari 40 ton namun dipaksakan sekitar 60 ton.
“Artinya quality control kurang. setelah minggu ini saya siapkan di gudang lain sehingga tidak dipaksakan kuantitasnya. Mengenai stok aman 230 ribu ton di jabar bahkan setahun sudah aman dan evaluasi di kami kualitas, ” pungkasnya. ( Agil ).

