KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin melantik dan mengukuhkan Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf) di kawasan wisata Curug Cipamingkis Sukamakmur, Sabtu (25/9). Turut hadir di kegiatan pengukuhan Kabekraf, yakni Forkopimda Kabupaten Bogor, Wakil Direktur Kreasi Jabar Komite Ekraf dan Inovasi Daerah Jabar, Kasi Ekraf Disparbud Jabar, Ketua PHRI, Dirut Sayaga Wisata, Kepala Cabang BJB Kabupaten Bogor, Ketua Komite Perencanaan Pembangunan Strategis.
Bupati Bogor ingin kehadiran Kabekraf dengan tenaga muda yang kreatif dan inovatif mampu menggairahkan dan kembali giat ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.
“Selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Jadi saya punya optimisme yang tinggi terhadap para pemuda yang baru saja dikukuhkan jadi Kabekraf,” ucap Bupati Bogor.
Dengan adanya Kabekraf, Bupati Ade optimis pelaku ekonomi yang kreatif dan inovator bergerak optimal yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Saya tantang kemarin pelantikan coba cari tempat yang menunjukan kalian itu inovatif jangan Pemda lagi, auditorium lagi, rasanya kaku dan stuck. Ini sudah menunjukan inovatif, tempatnya bagus, tempat wisata bagus terlihat hijau,” ungkapnya.
Ia meminta Kabekraf bisa lebih kreatif dan siap dalam setiap waktu menjalankan tugas, karena Kabupaten Bogor memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), bahkan kedepan menurut Bupati, bisa dibuat Kawasan Ekonomi Kreatif di Sukamakmur.
“Disini juga punya potensi dari hulu ke hilir dari mulai petani sampai barang. Ekonomi kreatif dan UMKM adalah sahabat sejati makanya bergeraknya di semua bidang, untuk ekraf yang bergerak lebih ke anak mudanya, sedangkan UMKM semua kalangan, bahkan dari ekraf muncul jadi UMKM,” tegasnya.
Ia juga meminta agar Kabekraf dapat merangkul semua ekonomi kreatif, tidak hanya di Cibinong Raya tapi semua ekraf termasuk pedesaan, karena banyak produk UMKM dari pedesaan yang layak untuk dipopulerkan, termasuk kopi hasil perkebunan dari Sukamakmur, Tanjungsari, dan Cisarua.
“Produk kopi kita mulai bagus bahkan rasanya tidak kalah dengan kopi yang terkenal sekalipun. Kopi kita juga diolah oleh para anak muda, untuk itu, harus betul-betul dikelola dengan baik. Saya berharap kabekraf dapat terus bersinergi, kolaborasi sejalan dengan Kabupaten Bogor pendorong branding sport and tourism,” tandasnya. (*)