KABUPATEN BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin berharap dengan diresmikannya Balai Kreasi Ciungwanara di Karadenan oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini dapat mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor ramah Penyandanh disabilitas.
Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, dengan kehadiran Balai Kreasi Ciungwanara sebagai sentra kreasi para penyandang disabilitas Kabupaten Bogor, sangat membantu Kabupaten Bogor sehingga memberikan wadah mereka dalam menyalurkan kreatifitas dan karyanya.
“Terima kasih ibu Tri Rismaharini, mudah-mudahan dengan diresmikannya Balai Latihan Ciungwanara ini, akan lebih banyak lagi membantu khususnya masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Ade Yasin dalam sambutannya (12/6).
Berdasarkan data BPS, lanjut Bupati Ade Yasin, sebanyak 7.358 penyandang disabilitas atau 0,14% dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor, yang terdiri dari anak – anak 1.026 orang, disabilitas fisik 2.219 orang, penyandang disabilitas mental 859 orang, penyandang disabilitas intelektual 1.457 orang dan penyandang disabilitas sensorik 1.797 orang.
“Saya tertarik terhadap program bantuan motor listrik karena panyandang patah kaki di Kabupaten Bogor juga cukup banyak sehingga bisa digunakan oleh panyandang patah kaki. Mudah-mudahan Kabupaten Bogor bisa menerima bantuan motor listrik ini, karena kegunaanya banyak sekali untuk berdagang keliling dan lainnya,” harapnya.
Menurutnya, sebagai upaya pendampingan kepada keluarga anak berkebutuhan khusus, bantuan kedaruratan, sandang pangan, kesehatan, Pemkab Bogor melalui Dinas Sosial didirikannya Graha Pancakarsa.
Graha Pancakarsa adalah pelayanan satu pintu khusus masyarakat berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas yang memerlukan bantuan seperti pengurusan BPJS, yang semuanya bisa diurus di satu ruangan, yang di dalamnya terdapat dinas – dinas terkait.
“Kami juga kerjasama dengan perusahaan melalui CSR untuk penyediaan alat bantu, termasuk layanan data dan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini mengungkapkan, Sentra Kreasi atau Balai Kreasi Ciungwanara awalnya inisiasi untuk para penerima manfaat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) di perjalanan, dirinya melihat banyak masyarakat terutama para penyandang disabilitas yang masih kekurangan.
“Karena negara maju adalah negara yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) bagus, bukan negara dengan kekayaan alam yang banyak. Kita harus cerdas di semua bidang lainnya, meskipun dengan kondisi keterbatasan, tanpa lelah dan putus asa, kami bisa mendorong mereka para penyandang disabilitas survive dan berdaya saing. Mudah-mudahan adanya balai ini bisa membantu dan memberikan kemudahan kepada mereka,” tutup Risma. (*)