Budi berharap dengan adanya masukan dari perwakilan masyarakat yakni Puncak Ngahiji akan menyempurnakan regulasi yang sedang disiapkan dan perwakilan masyarakat akan diundang untuk merumuskan regulasi yang akan dikeluarkan.
Selanjutnya, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, sebelumnya ada instruksi langsung dari presiden untuk melakukan segala upaya agar Puncak tidak macet. Untuk itu, ia setuju, untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat untuk menyempurnakan kebijakan yang akan dibuat.
“Kita menerima aspirasi warga hari ini, dan yang saya garis bawahi bahwa efek negatif bagi warga Puncak harus diminimalisir. Kami ingin kebijakan apapun nantinya yang akan diberlakukan, warga Puncak tidak terganggu, sebaliknya harus mendapatkan manfaat yang lebih,” kata Iwan.
Iwan menambahkan, Pemkab Bogor sangat peduli terhadap masyarakat pada umumnya, khususnya masyarakat Puncak. Dan ia berharap dengan pertemuan hari ini dapat mengakomodir aspirasi warga yang nantinya bisa menyempurnakan kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Kapolres Bogor, AKBP Harun memaparkan, kebijakan ganjil genap, menurutnya adalah wujud kecintaan kepada warga Puncak, jangan sampai Puncak yang sudah bagus, hanya karena berita yang viral sebelumnya, orang jadi malas berkunjung ke Puncak, karena kondisi kemacetan yang parah.
“Upaya yang kita lakukan dengan ganjil genap ini, tak lain untuk mengangkat lagi citra dari Puncak. Kita ingin orang pergi ke Puncak itu lancar, aman dan nyaman, dengan begitu warga Puncak bisa mendapatkan manfaatnya. Hari ini kita bersama-sama mencari solusi sehingga Puncak menjadi tujuan wisata yang lancar, aman dan nyaman,” harapnya.
Kapolres Bogor pun mengungkapan terima kasih atas aspirasi yang sudah disampaikan perwakilan warga Puncak. Sehingga bisa menjadi masukan pemerintah pusat dalam membuat aturan yang paling pas untuk kondisi di puncak. (*)