CIBINONG – Kendati memiliki banyak keterbatasan, namun semangat juang untuk bisa mempersembahkan prestasi tertinggi pada pentas olahraga tidak jauh berbeda dari atlet-atlet normal lainnya.

Hal itu telah dibuktikan oleh atlet difable, ketika bertanding memperkuat daerahnya masing-masing pada Pekan Paralympic Daerah (Peparda) V Jawa Barat 2018, yang berlangsung di Kabupaten Bogor, sejak 2 hingga 12 November kemarin.

Terlebih lagi, cabang olahraga yang dipertandingkan juga sama dengan cabor umum lainnya.

Hanya saja, klasifikasi, dan tata cara pelaksanaan pertandingannya berbeda, tapi semangat juang untuk bisa mempersembahkan prestasi terbaik bagi daerahnya masing-masing, tidak jauh dengan atlet normal, sehingga hal itu juga yang membuat Camat Cibinong, Bambang Widodo Tawekal terharu, dan bangga dengan semangat para atlet difable tersebut.

“Jujur saya merasa terharu, bahkan saya sempat meneteskan air mata sedih, ketika melihat mereka bertanding dengan segala kekurangan mereka. Tapi, mereka tetap semangat dalam bertanding, guna memberikan prestasi juara untuk daerahnya masing-masing di ajang Peparda 2018,” ujar Bambang Widodo Tawekal, Selasa (13/11/2018) sore.

Baca Juga  Pembagian Rastra Desa Cibatok 2 Tidak Boleh Diwakilkan | Headline Bogor

Pria yang juga tercatat sebagai Ketua Harian PP Peparda V Jawa Barat 2018 menjelaskan, kalau di balik kekurangan atlet disabilitas tersebut, tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, di balik kekurangan mereka, sambungnya, pasti ada banyak kelebihan yang ‘Allah’ berikan kepada mereka.

“Kita tidak bisa memandang mereka dengan sebelah mata. Karena di mata Allah, kita ini semua sama, tidak ada perbedaan yang khusus. Hanya saja, memang mereka tidak lemah dengan kekurangannya, tetapi tetap bersemangat untuk bisa berprestasi pada event-event olahraga, maupun event lainnya,” paparnya.

Bambang Widodo Tawekal juga menambahkan, kalau kepercayaan diri para atlet disabilitas itu sangat kuat. Karena mereka percaya dengan keputusan yang mereka ambil ketika bertanding.

Baca Juga  Headline Bogor | Bupati Bogor Harap Setiap Desa Mampu Gali Potensi Wisata

Buktinya, mereka selalu berhasil menyelesaikan pertandingan, kendati sebagian dari mereka tidak keluar jadi juara.

“Ada banyak ilmu yang bisa saya ambil dari kekurangan-kekurangan saudara kita penyandang disabilitas ini. Bahkan, sampai sekarang kata-kata yang selalu saya ingat dari istilah difable, yang seperti dikatakan Ketua NPCI Pusat, Sanni Marbun, yakni ‘Jangan hitung apa yang hilang dari tubuhmu, tapi hitunglah apa yang masih tersuisah dari tubuhmu’. Kata-kata itu memang tidak banyak, tapi mengandung makna yang sangat luas bagi kehidupan kita. Jadi sekali lagi saya katakan, kita tidak bisa memandang mereka dengan kekurangannya, tapi lihat juga kelebihan yang mereka miliki di balik kekurangannya,” pungkasnya.***