Ia menjelaskan, potensi di Bogor Barat, pada awal tahun 2013, Pemkab Bogor telah mendorong CDPOB Bogor Barat yang hampir semua potensi punya, pariwisata, kesuburan tanah untuk pertanian, perternakan, perkebunan, pertambangan. Kaitan sarana juga kita sudah punya rumah sakit, sudah punya terminal bahkan kalau nanti Kecamatan Dramaga masuk di Bogor Barat, IPB pun jadi ada di Barat. Selanjutnya di sana sudah dipersiapkan zona bisnis yang bertaraf nasional dan regional.
“Sementara di Bogor Timur, kalau bicara PAD nya bahkan lebih besar. Kalau hari ini, Bogor Barat sekitar 280 Milyar, Bogor Timur justru bisa sampai 500 Milyar walaupun cuma 7 kecamatan. Jadi lebih besar karena memang di Timur salah satu penunjang terbesarnya, kita punya dua pabrik semen,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Burhanudin, di Timur juga ada penyumbang jasa perdagangan, kota wisata ada di timur yang sudah berkembang, terus juga ada Grup Citra Indah ada di timur. Apalagi sekarang yang di ujung Tanjungsari juga sudah berkembang sebagai objek penangkaran rusa, objek wisata Sukamakmur juga sudah bekembang. Hal tersebut bisa menambah pundi – pundi PAD di wilayah Timur, jadi saya kira Timur dan Barat kami optimis berkembang.
“Sekarang kita tetap bersama–sama masyarakat, aktivis, forum, terus mendorong mudah-mudahan ketika pemerintah mencabut moratorium, kita masuk di rangking atas. Saya selalu optimis kalau kita bisa berada di rangking atas melihat dari aspek kewilayahannya,” katanya.
Menutup perbincangan, Sekda Burhanudin menuturkan, sekarang bola ada di pemerintah pusat. Disamping kita berusaha, tapi kita juga berdoa, kita doakan para pemimpin di pusat itu membuka moratorium walaupun mungkin terbatas. Kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor siap mendukung dan siap melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan.