
“Jadi, itu cara kerjanya sederhana. Orang masuk ke bilik dari pintu depan, nanti blower membaca gerakan manusia melalui sensor pir, dan kemudian disinfektan didalam bilik akan menyemprot orang melalui pembacaan sensor gerakan. Setelah selesai, lalu orang tersebut keluar melalui pintu yang sama” beber RT Hanafi Minggu, (29/3).
Sedangkan untuk bentuknya, lanjut RT Hanafi, ia mencontohkan seperti chamber atau bilik, mirip seperti tab shower.
“Biliknya biasa. Mungkin kalau di hotel-hotel itu kira-kira mirip seperti shower di kamar mandi. Orangnya pas masuk pastinya pakai alat pelindung dan ini masih kami kembangkan lagi,” terangnya.
Hanafi menambahkan, Bilik SiCo-19 ini tidak sebagai penyembuh orang yang positif virus corona. Akan tapi hanya untuk mencegah atau membersihkan virus yang ada di pakaian atau badan orang.
“Alat ini bukan untuk menyembuhkan. Tapi alat ini bisa membersihkan atau mencegah dari paparan virus yang menempel di baju atau badan dan belum masuk ke tubuh. Jadi semacam hand sanitizer untuk badan, yaitu mencegah virus masuk,” jelasnya.