Copot Kabulog Kalsel, Mentan Amran: Tidak Bekerja Untuk Rakyat, Minggir!

Dok. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dengan mencopot Dani Satrio dari jabatannya sebagai Pimpinan Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Keputusan ini diambil setelah Amran mendengar langsung keluhan petani saat menghadiri panen raya di Desa Maluka Baulin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Dalam acara tersebut, para petani mengungkapkan kesulitan mereka dalam menjual gabah hasil panen. Harga gabah yang mereka dapatkan jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Post ADS 1

Di Tanah Laut, petani hanya mampu menjual gabah dengan harga berkisar antara Rp 5.300 hingga Rp 5.600 per kilogram.

Menanggapi keluhan tersebut, Amran menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Bulog Kalsel yang dinilai lamban dalam menyerap gabah petani.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan Bulog dalam bertindak telah merugikan petani yang seharusnya mendapat harga yang layak.

Selain itu, ia juga menyoroti sulitnya akses petani untuk berkomunikasi dengan Bulog Kalsel dalam mencari kepastian penyerapan gabah.

“Ini nggak bisa dibiarkan. Harus ada perbaikan sistem. Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggir,” tegas Amran.

Ia juga memastikan bahwa ke depan pemerintah akan lebih ketat dalam memantau penyerapan gabah oleh Bulog agar petani tidak terus dirugikan.

“Bulog harus turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu di gudang. Ke depan kita akan terus pantau agar penyerapan gabah berjalan optimal,” pungkasnya. (DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !