JAKARTA – Pemberlakuan perluasan ganjil genap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan dampak kenaikan jumlah penumpang untuk transportasi MRT Jakarta. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh MRT Jakarta, sebanyak 63 % penumpang lebih sering menggunakan MRT Jakarta.
“Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan kepada 1.418 responden, 63 persen penumpang menjadi lebih sering menggunakan layanan MRT Jakarta. Hal ini tentu menunjukkan bahwa MRT Jakarta menjadi salah satu moda transportasi publik pilihan masyarakat Jakarta,” ujar Muhammad Efendi, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT. MRT Jakarta.
Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan perluasan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap pada 9 September 2019, berlaku setiap senin hingga jumat mulai pukul 06.00—10.00 WIB dan 16.00 hingga 21.00 WIB. Salah satu ruas perluasannya meliputi simpang di Jalan RS Fatmawati sehingga masyarakat banyak yang menggunakan layanan MRT Jakarta dari Stasiun Fatmawati.
Effendi juga menyebutkan bahwa PT MRT Jakarta terus menggenjot peningkatan penggunaan layanan ratangga dengan beragam program. “Selama bulan Oktober 2019 ini juga, kami terus menggalakkan program retensi seperti potongan harga dengan berbagai gerai produk hanya dengan menunjukkan kartu Jelajah single trip ticket (STT) dan struk top up saldo. Selain itu juga melalui program akuisisi seperti lomba foto tematik,” jelas ia.
Effendi menambahkan, Hasil program wisata edukasi terdapat kenaikan 130 persen ridership atau sekitar 4.935 pax dari program wisata edukasi ini dari bulan sebelumnya (September). Effendi menyebutkan bahwa minat masyarakat untuk menggunakan layanan MRT Jakarta masih sangat tinggi.
Selama Oktober 2019 ini pula, lanjuta Effendi, rata-rata penumpang harian di hari kerja mencapai 97.814 orang dengan 8.307 perjalanan. “Sejauh ini relasi tertinggi tujuan penumpang adalah dari Stasiun Bundaran HI ke Stasiun Lebak Bulus Grab, diikuti dengan tujuan Stasiun Lebak Bulus Grab ke Stasiun Bundaran HI, dan dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Blok M BCA,” pungkas ia.
Sejak diresmikan pada 24 Maret 2019 lalu, PT MRT Jakarta terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Saat ini, masyarakat dapat menikmati berbagai macam retail di stasiun dan juga sejumlah kegiatan-kegiatan seni budaya di ruang-ruang publik sepanjang koridor MRT Jakarta sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat menjadikan ruang-ruang terbuka publik tersebut sebagai ruang ketiga setelah tempat tinggal dan kerja. (*)