KABUPATEN BOGOR – Serbuan vaksinasi yang digelar Korem 061/Suryakancana sudah beberapa minggu ini melakukan jemput bola dengan membuka pelayanan vaksinasi ditempat yang jauh dari sentra vaksinasi.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 061/SK, Senin (11/10), Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. memantau pelayanan serbuan vaksinasi di SMAN 1 Gunung Sindur Kabupaten Bogor.

“Kami berusaha membantu mempercepat pelayanan vaksinasi. Di Kabupaten Bogor, pelayanan vaksinasi baru mencapai 44 persen, oleh karena itu kami terus melakukan percepatan serbuan vaksinasi. Apalagi untuk menurunkan status level minimal 50 persen vaksin dosis pertama sudah dilakukan, ” jelas Danrem, dalam keterangan tertulis yang disampaikan Penerangan Korem 061/SK, (11/10).

Baca Juga  Headline Bogor | UPT Wilayah III DPKPP Kabupaten Bogor Sidak Restoran Siap Saji, Ini Hasilnya

Saat memantau kegiatan, Danrem 061/Sk, Brigjen TNI Achmad Fauzi berharap kepada semua masyarakat untuk membantu mendorong percepatan vaksinasi ini.

“Mungkin bisa mendorong pelaksanaan dengan cara mengikuti vaksinasi dan juga mengajak sanak keluarga, rekan dan orang-orang terdekat untuk mau divaksinasi, ” tambahnya.

Terkait kegiatan serbuan vaksinasi, Korem 061/SK melaksanakan serbuan vaksinasi di SMA 1 Gunung Sindur Bogor targetnya adalah antara 1000 sampai dengan 1500.

“Ini adalah vaksinasi dosis yang kedua di mana sebelumnya kita laksanakan sebulan yang lalu, kemudian untuk pencapaian vaksinasi yang kita laksanakan sampai dengan kemarin yaitu sekitar 635.000 orang, dan pemerintah Kabupaten Bogor sendiri sudah melaksanakan 2,7 juta orang, ” jelas Danrem.

Baca Juga  150 Jas Hujan Dibagikan Gratis Komunitas Ojol Se-Indonesia

Saat ini Korem 061/SK memberikan pelayanan vaksinasi jemput bola, terutama di daerah yang terpencil dan terisolasi. Serbuan vaksinasi Covid-19 gelaran Korem 061/SK saat ini sudah mencapai angka 632.722. Ke depannya Danrem berharap dapat membantu lebih maksimal lagi.

Pada kegiatan tersebut, Danrem juga membantu memberikan pelayanan vaksinasi kepada salah seorang peserta yang menderita sindrom autisme, Muhammad Rafli Firmansyah (15). sebelumnya Rafli sudah melakukan vaksinasi tahap pertama, namun saat akan melakukan vaksinasi tahap dua, Ia nampak ketakutan.

Akan tetapi ketika dibujuk oleh Danrem akhirnya ia pun mau untuk divaksin. Bahkan Rafli pun nampak senang saat diajak Danrem untuk foto bersama. (*)